Penyalahgunaan Suntik Suboxone Ancam Warga Bandung

Suasana coffee morning BNN Kota Bandung bersama  instansi terkait di Hotel Horison, Rabu (2/8).

Suasana coffee morning BNN Kota Bandung bersama instansi terkait di Hotel Horison, Rabu (2/8).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Fenomena penyalahgunaan suboxone dengan jarum suntik kini mulai marak dan mengancam warga Kota Bandung. Data prevalensi penyalagunaan narkoba di wilayah Jawa Barat berdasarkan hasil penelitian BNN bekerjasama dengan LIPI menunjukkan sekitar 20 % adalah pengguna jarum suntik, setara dengan 13.608 orang sedangkan sisanya yaitu 80% atau setara dengan 54.433 jiwa mengkonsusmsi narkoba non suntik. Narkotika yang termasuk ke dalam golongan 3 tersebut, sangat mematikan karena dipakai dengan cara yang tidak biasa,
yakni disuntikan.
Demikian disampaikan Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial, SIP, MH saat menggelar kegiatan coffee morning bersama instansi terkait di Hotel Horison, Rabu (2/8).


Menurut Deni, suboxone ini merupakan obat yang umumnya diperuntukan bagi pasien yang dalam proses penyembuhan akibat ketergantungan narkotika.
Dan penggunaannya obat ini tidak diminum melainkan disimpan di bawah lidah. Namun yang sekarang marak terjadi, para pengguna subuxone ini, melakukannya dengan cara exstrim, yakni
dihancurkan hingga menjadi serbuk, lalu disuntikan ke bagian tubuh mereka.

Adapun Suboxone mengandung 2 zat : buprenorphine (narkotika gol.3) dan naloxone. Obat ini digunakan untuk mengobati kecanduan narkotik, memiliki efek antinyeri (tetapi indikasi
medisnya untuk mengatasi kecanduan narkotika). Digunakan secara sublingual/ditaruh dibawah lidah, tidak boleh diparo/dipotong, atau dikunyah. Buprenorphine adalah suatu
opioid/narkotik semisintetik berguna dalam proses rehabilitasi pasien kecanduan narkotik.
Naloxone senyawa yang memiliki efek reversal terhadap efek obat narkotik (seperti morfin) untuk mengatasi overdosis narkotika.

Pengguna narkotika jenis suboxone ini, umumnya usianya tidak bertahan lama dan selalu berujung dengan kematian. Ini disebabkan, karena serbuk yang disuntikan masuk ke dalam
tubuh melalui peredaran darah. Pengguna suboxone tersebut dapat merusak susunan syaraf pusat, rentan terjangkit penyakit hepatitis B, kerusakan ginjal, stroke dan penyakit lainnya.

Dalam aksi pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNN Kota Bandung telah mengungkap kasus penyalahgunaan suboxone dengan jarum suntik tersebut.

“11 orang telah kita amankan dan sekarang masih dalam proses pemeriksaan. Mereka ditangkap di wilayah Bandung Timur dua hari lalu,” ujar Deni.

Pelaksanaan kegiatan coffee morning sendiri bertujuan untuk mencari solusi dalam penanganan dan penyalahgunaan subuxone dengan jarum suntik tersebut.
Ini karena, banyak dari para penyalahgunanya itu adalah kalangan remaja, bahkan ada dari mereka yang masih duduk di bangku sekolah SMP.

Sementara coffee morning ini berlanjut dengan diskusi selama 4 jam. Para peserta yang hadir diantaranya, Kabid Rehab BNN Provinsi Jabar, Kepala BNN Kota Bandung, Polrestabes
Bandung, Kasdim 0618/BS, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dan Kesbang Pol. (Provinsi Jawa Barat), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Kesbang
Pol. (Kota Bandung), pengurus KPJ dan beberapa dari instansi lainnya.

Kabid Rehab BNN Provinsi Jawa Barat, Drs Anas Saepudin MSi yang mengakhiri pembicaraan dalam diskusi itu, menyebutkan, ada beberapa point yang telah disepakati dalam pelaksanaan
kegiatan tersebut dan kesepakatan tsb mewakili institusi masing-masing dalam membuat komitmen untuk mengawasi masalah suboxone.
Adapun Penanganan Terpadu Penyalahgunaan Suboxone di Wilayah Bandung Raya diantaranya adalah:
1. Rehabilitasi Pengguna Subuxone dengan memanfaatkan fasilitas militer
2. Pembentukan Taman Tematik untuk pengembangan kreativitas pengguna suboxone dan jarum suntik
3. Lomba Kreativitas Bandung Bersinar KPJ di Taman Fitnes pada 25 September 2020.
4. Pencegahan Narkoba di kalangan pelajar kerjasama dengan Disdik, Hebat UNPAD.
5. Regulasi tentang pendistribusian dan pengawasan obat-obatan.(nto)

Loading...

loading...

Feeds

Menyongsong Peradaban Baru Era 5.0

SEIRING perjalanan hidup manusia beserta peradaban yang dilahirkannya, kemajuan industri dan teknologi kerap tercermin dari masa ke masa. Generasi demi …