Berkat JKN-KIS Pengobatan Stroke Ratisah Berjalan Lancar dan Nyaman

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratisah (54) seorang wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini terdaftar sebagai peserta JKN–KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak 2017 silam. Kejadiannya terjadi di pertengahan tahun 2020, saat itu Ratisah merasakan ada yang aneh dengan dirinya. Ia menuturkan sering merasa nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada beberapa bagian tubuh terutama kaki dan tangan, namun anehnya rasa sakit dan lemas itu hanya terjadi pada sisi tubuh sebelah kanan saja.


Akhirnya ia dan suami memutuskan untuk periksa ke Faskes tingkat pertama. Saat itu juga dokter merujuk dirinya ke RS karena adanya kecurigaan penyakit stroke. Tiba di RS dan setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter spesialis syaraf akhirnya menyatakan Ratisah terkena serangan stroke dan dianjurkan untuk dilakukan perawatan segera agar keadaannya tidak bertambah parah.

“Saat mendengar hasil pemeriksaan dokter, saya merasa hidup ini berat sekali rasanya. Yang pasti saya takut sekali, yang ada di benak saya hanyalah perasaan sedih dan putus asa. Namun beruntung keluarga menguatkan saya dan mengingatkan saya untuk berserah diri kepada Allah sehingga saya pun menguatkan diri untuk bersedia dirawat di RS. Dukungan suami dan keluarga juga menguatkan tekad saya untuk menjalani pengobatan dan keinginan untuk sembuh,” ujarnya.

Tanpa pikir panjang Ratisah pun mengiyakan untuk dilakukan perawatan stroke tersebut. Ia bersyukur seluruh tahap perawatan dan pengobatan selesai dilakukan dan semua berjalan lancar. Saat itu dokter menjelaskan program JKN-KIS menanggung semua jenis penyakit asalkan atas indikasi medis serta mengikuti prosedur, dan meminta kami untuk tenang tidak perlu memikirkan biayanya.

Ratisah sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS ini, karena dirinya yang hanya seorang ibu rumah tangga akan terasa berat untuk membayar biaya pengobatan dan operasi jika tidak ditanggung JKN-KIS. Terlebih untuk kedepannya ia diminta untuk rutin untuk melakukan kontrol ke dokter agar penyakitnya sembuh total, dan itu pun tidak dikenakan biaya.

“Jika diharuskan dengan biaya sendiri, mungkin saya harus mengeluarkan uang sampai jutaan untuk biaya perawatan medis dan pengobatan saya waktu itu. Alhamdulilah ada JKN-KIS. Selain manfaatnya yang sangat besar dan berguna, tidak ada ruginya setiap penduduk Indonesia menjadi Peserta JKN-KIS untuk sedia payung sebelum hujan dan menolong sesama,” tutup Ratisah.

(dh)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …