21 Relawan Disuntik Vaksin Kedua Covid-19 Asal Tiongkok

Tiga kakak beradik saat menunjukan kartu peserta uji vaksin Covid-19 usai mengikuti uji klinis penyuntikan vaksin di Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kota Bandung, Selasa (11/8). 
(TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Tiga kakak beradik saat menunjukan kartu peserta uji vaksin Covid-19 usai mengikuti uji klinis penyuntikan vaksin di Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kota Bandung, Selasa (11/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan, sebanyak 248 orang relawan sudah menjalani penyuntikan vaksin dalam rangka uji klinis vaksin asal Tiongkok itu.


Manajer Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Eddy Fadliyana mengatakan, dari 248 relawan yang sudah menjalani penyuntikan itu, 21 orang relawan di antaranya sudah menjalani penyuntikan vaksin kedua. ”Sebanyak 21 orang sudah disuntik dua kali dan tidak ada gejala yang gawat,” kata Eddy Minggu (30/8).

Dengan proses uji vaksin yang sedang berjalan, dia berharap penelitian bisa sesuai dengan harapan. Sebab, vaksin baru bisa diproduksi ketika uji klinis telah ditempuh dengan hasil yang baik. Sejauh ini, tidak ada relawan yang mengalami gejala atau reaksi yang serius setelah menjalani penyuntikan vaksin itu, baik penyuntikan pertama maupun penyuntikan kedua.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjalani penyuntikan vaksin Covid-19, Sinovac, di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8). Ia menjalani tahapan uji klinis Visit-1 (V-1) bersama Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi dan Kepala Kejaksaan Negeri Jabar.

Usai disuntik vaksin, Emil sapaan Ridwan Kamil merasakan pegal dan sempat mati rasa di area bahu kiri. “Saya agak pegal-pegal, nyut-nyutan selama lima menit. Setelah itu semua terlihat normal walaupun ada sedikit baal (mati rasa),” kata Emil.

Emil menjalani uji vaksin tahap V-1 selama sekitar dua jam, dari pukul 13.00 WIB. Emil menuturkan sejumlah tahapan dijalani sebagai relawan dari pemeriksaan fisik, pengambilan sampel, darah, hingga rapid tes.

“Pengambilan darah akan diperiksa rutin sehingga di sana akan dites apakah imunitasnya naik sampai akhir proses,” ujarnya.

“(Setelah itu) kami pun disuruh menunggu 30 puluh menit, karena reaksinya selesai selama 30 menit. Dicek posisi titik suntik, (juga) suhu tubuh,” imbuhnya.

Selanjutnya, selama 14 hari ke depan Emil harus mengisi laporan perkembangan kondisi, seperti pencatatan suhu tubuh, khususnya jika terjadi anomali kenaikan suhu tubuh yang terjadi tiba-tiba.

“Ada sembilan potensi reaksi yang harus dilaporkan jika terjadi, dari mulai gejala ringan sampai gejala yang agak berat. Rutin diiisi setiap hari. Kemudian, nanti bertemu lagi (tahap V-2) 14 hari dari sekarang dan kami akan mendapatkan penyuntikan yang kedua karena memang tipe vaksin ini dosisnya harus dua kali,” paparnya.

 

“Setelah itu, kita akan melakukan proses pengecekan harian lagi sampai ujung-ujungnya disimpulkan apakah imunitas kami ini naik atau tetap saja. Di situlah riset itu akan menjadi sebuah kesimpulan, apakah vaksin ini layak untuk diproduksi massal,” tambahnya.

Emil disarankan untuk tidak terlalu melakukan aktivitas di luar wilayah Kota Bandung. Hal itu guna memudahkan proses pengawasan atau konsultasi dengan tim peneliti. Untuk menjaga kondisi, Emil juga diminta untuk melakukan rutinitas terjadwal yang tidak berlebihan secara motorik.

“Karena kalau kita sakit nanti membingungkan, (sakit) itu karena vaksin atau karena yang lain? Sehingga nanti reaksi tubuhnya membingungkan proses statistiknya. Maka, imbauan dari dokter dan peneliti kita tetap berkegiatan tapi jangan ekstra,” katanya.

“Doakan saja semoga nanti malam, besok dan seterusnya tak ada hal yang tak diinginkan. Dengan kami mengikuti (uji vaksin), harapannya masyarakat bisa tenang,” paparnya.

Sementara itu, dalam sehari tambah 2.858 kasus baru Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan sepsimen harian sebanyak 25.934 spesimen. Sehingga, hingga Minggu (30/8), kini totalnya sudah 172.054 orang terinfeksi Covid-19.

Dari data Covid19.go.id, Minggu (30/8), DKI Jakarta memecahkan rekor kasus baru Covid-19. Dalam sehari, ibukota menambah 1.094 kasus. Angka ini yang tertinggi selama ini dan sejak diberlakukannya kebijakan PSBB transisi.

Selain DKI Jakarta, kasus baru terbanyak lainnya terdapat di Jawa Timur yakni 466 kasus. Kalimantan Timur 197 kasus. Jawa Tengah 138 kasus. Riau 134 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 1.483 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di provinsi DKI Jakarta sebanyak 366 orang. Sudah 124.185 orang sembuh dari Covid-19.

Sedangkan, angka kematian bertambah 82 jiwa. Kasus kematian harian terbanyak terjadi di provinsi Jawa Timur 26 jiwa. Kini sudah 7.343 jiwa meninggal akibat Covid-19.

Hingga saat ini sudah 487 kabupaten kota terdampak Covid-19. Jumlah pasien suspek sebanyak 77.951 orang. Ada 11 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10. Dan hanya 4 provinsi yang melaporkan nol kasus.

(muh/jpc/radarbandung)

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …