Antrean Cerai Pengadilan Agama Kab. Bandung Mengular Hingga Luar Sidang

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Meski masuk kategori kelas II, Pengadilan Agama Soreang justru harus melayani wilayah Kabupaten Bandung yang memiliki 31 kecamatan. Selain memiliki jumlah warga yang banyak, Kabupaten Bandung juga memiliki tingkat permohonan perceraian yang tinggi. Tak jarang, hal tersebut menciptakan antrian yang panjang, seperti yang terjadi pada Senin pagi (24/8). Antrean tersebut terdiri dari antrean sidang, antrean pendaftaran dan antrean pengambilan produk hukum pengadilan.


Humas Pengadilan Agama Soreang, Suharja mengatakan pihaknya melaksanakan persidangan kurang lebih sekitar 246 perkara, yang terdiri dari gugatan dan permohonan. Gugatan itu terdiri dari cerai talak yang banyak diajukan oleh suami, dan cerai gugat yang banyak diajukan oleh istri, serta juga ada gugatan bersama.

“Cerai gugat ini paling banyak. Jadi, hampir 80 persen perceraian diajukan oleh seorang istri,” ujar Suharja saat ditemui di Kantor Pengadilan Soreang, Senin (24/8).

Hingga saat ini, lanjut Suharja, sudah ada 5.249 perkara gugatan. Namun, jika ditambahkan dengan sisa perkara gugatan tahun sebelumnya, jumlahnya menjadi 6.000 an perkara. Dengan jumlah gugatan sebanyak ini, maka Kabupaten Bandung berada di urutan kedua atau kesatu se Jawa Barat, dalam hal perceraian.

“Jumlah tersebut juga termasuk banyak sekali, jika dilihat berdasarkan tingkat nasional,” lanjutnya.

Selain antrian sidang, juga ada antrian pendaftaran. Suharja menuturkan, tidak ada pembatasan dalam pelayanan pendaftaran. Tetapi yang menjadi persoalan adalah mengenai waktu, sehingga pihaknya tidak bisa menyelesaikan semuanya. Apalagi, terkait dengan pelayanan pendaftaran, pihaknya bekerjasama dengan sektor perbankan.

“Saya dapat informasi dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Tadi itu ada 80 orang yang daftar, 40 pendaftar bisa dilayani hari ini sedangkan sisanya besok. Jadi istilahnya seperti waiting list. Pada saat pandemi, dibatasi hanya 15 perkara masuk. Ketika dibatasi, maka sampai satu minggu itu waiting list sudah terisi semua,” tutur Suharja.

Kemudian juga ada antrian pengambilan produk pengadilan, berupa akta cerai dan salinan putusan untuk dispensasi nikah. Jadi, kata Suharja, antrian tidak hanya disebabkan oleh satu sumber saja. Meskipun, Pengadilan Agama Soreang sudah menyiapkan masing-masing tempat antrian.

“Untuk mengurangi antrian, Pengadilan Agama Soreang membuka pendaftaran melalui E-Cort. Yang menjadi kendala adalah terkadang satu orang bisa mendaftarkan beberapa perkara. Namun, orang didaftarkan justru belum siap sidang. Sehingga, tetap saja pihak yang terkait harus datang ke pengadilan nanti untuk di foto, kemudian di jadwalkan sidang,” papar Suharja.

Suharja mengungkapkan, penyebab dari perceraian ini, rata-rata karena masalah ekonomi. Apalagi, pada saat pandemi Covid 19, banyak orang yang harus di PHK. Selain ekonomi juga ada yang disebabkan karena perselingkuhan dan tanggungjawab yang kurang dari suami.

“Tahun ini juga ada artis yang sudah menjalani perceraian,” pungkas Suharja.

(fik/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …