Panen Pertanian dan Perkebunan di Lahan Sungai Citarum

PANEN : Kasdam III Siliwangi, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi dan Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan saat memanen sayuran di bantaran Sungai Citarum.

PANEN : Kasdam III Siliwangi, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi dan Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan saat memanen sayuran di bantaran Sungai Citarum.

POJOKBANDUNG.com, RANCAMANYAR – Program Citarum Harum sudah memasuki tahun yang ketiga. Oleh karenanya, di tahun ketiganya tersebut, Satgas Citarum Harum memfokuskan kegiatan ketahanan pangan. Misalnya, dengan melakukan penanaman produk yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.


Kasdam III Siliwangi, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan, di tahun ketiga Kebijakan Satgas Citarum Harum mengangkat program pengoptimalan sesuatu yang tak bernilai jadi lebih bernilai. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan penanaman yang menggunakan metodologi terapan yang disebut bios 44, yang bisa mengurai dan menjadi prebiotik serta probiotik untuk tumbuhan atau tanaman lain.

“Kita lihat program Citarum Harum ini dari mulai pengawasan hingga edukasi. Dan kini, kita sedang mempercepat pemanfaatan limbah menjadi lebih ekonomis bagi masyarakat,” ujar Kunto di Rancamanyar beberapa waktu lalu.

Citarum Harus bukanlah program satu pihak, tapi kembali lagi kepada minat masyarakat. Artinya, program Citarum Harum ini harus memiliki manfaat bagi masyarakat langsung. Sehingga, pihaknya akan lebih mengoptimalisasikan program Citarum Harum ini bisa memberikan dampak terhadap perekonomian. Apalagi, saat ini peningkatan perekonomian menjadi salah satu program ketahanan pangan.

“Kita paksakan program lanjutan pemulihan perekonomian. Kalau sudah terpenuhi, maka kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” sambung Kunto.

Selanjutnya terkait dengan banjir yang sering melanda, yang puncaknya pada saat musim hujan. Kata Kunto, hal tersebut tergantung dari hulu dan hilir. Pihaknya rutin melihat kondisi penyangga sungai, melakukan pengerukan sedimentasinya dan membuat lahan tidak produktif menjadi lebih produktif yang bisa mengurangi penguapan air.

“Tata kelola perlu kita benahi. Makanya, banjir ini harus disinergikan dengan dinas lainnya. Kita berupaya agar Sungai Citarum ini kuat menampung tumpahan air,” tutur Kunto.

Sementara itu, Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi mengungkapkan, penggunaan teknologi Bios 44 dalam metode menanam ini, sangat membantu khususnya bagi masyarakat terutama petani. Hal tersebut terbukti dengan adanya tanaman yang bisa dipanen dalam kurun waktu dua bulan.

“Jadi, dengan menggunakan Bios 44 bisa mempercepat masa panen,” ungkap Purwadi.

Selain tanaman, Sektor 7 Citarum Harum juga melakukan pemeliharaan ikan menggunakan sarana demplot. Selain sebagai tempat budidaya ikan, juga sebagai tempat edukasi masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sesuai dengan arahan pimpinan dalam program ketahanan pangan.

“Tadi kita lihat pada saat panen lele besarnya sudah sekitar 8 ekor per kilo, padahal waktu kami awal menebar benihnya satu kilo sebanyak 40 ekor lele, pertumbuhannya sangat cepat,” pungkas Purwadi.

Sementara Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan mengatakan, kedepannya isu lingkungan dan ketahanan pangan menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah. Meskipun banyak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk bercocok tanam, tapi ternyata banyak juga masyarakat yang terdampak ekonominya, sehingga membutuhkan pangan.

“Sektor 7 ini berhasil memperlihatkan dan menampilkan upaya serta solusi, di tengah-tengah kondisi masyarakat yang tengah kebingungan dalam memenuhi kebutuhannya. Dimana Sektor 7 ini berhasil mengoptimalkan lahan tidak produktif menjadi lebih produktif dengan ditunjang teknologi Bios 44 ini,” ujar Gun Gun.

Dengan adanya program dari Sektor 7 ini, lanjut Gun Gun, bisa mengedukasi masyarakat, tidak hanya petani tetapi juga masyarakat bukan petani yang saat ini tengah membutuhkan solusi pemenuhan kebutuhan pangan.

“Semoga program ini terus dilakukan dan bisa bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya. Dan kami dari pemerintahan bisa menjembatani, misalnya penyediaan bibit, terkait kebijakan atau pemasarannya,” pungkas Gun Gun.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …