Wabup Sumedang Apresiasi Protkes Al Ma’soem

Wabup Sumedang Erwan Setiawan bersama Ketua Yayasan Al Ma'soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem usai pengecekan protokol kesehatan di Kampus Al Masoem, Cipacing, (10/8),

Wabup Sumedang Erwan Setiawan bersama Ketua Yayasan Al Ma'soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem usai pengecekan protokol kesehatan di Kampus Al Masoem, Cipacing, (10/8),

POJOKBANDUNG,com, JATINANGOR – Menjelang kedatangan para santri ke kampus Pesantren Siswa Al Ma’soem, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan dayang langsung untuk mengecek protokol kesehatan di Komplek Yayasan Al Ma’soem Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, Senin (10/8).


Wabup yang hadir bersama Dinkes, Satpol PP, dan Forkopimka Jatinangor mewanti-wanti untuk menjaga kesehatan para santri saat kedatangan dan pada saat berada di asrama. Erwan pun mengapresiasi protokol kesehatan di Yayasan Al Ma’soem yang begitu ketat.

“Dua kali saya mengunjungi pondok pesantren, alhamdulillah sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Saya percaya lembaga sebesar Al Ma’soem, mampu menjaga protokol kesehatan dan menjaga kesehatan anak didik dan civitas akademika,” ujar Erwan didampingi Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem MS.

Erwan mengimbau, bagi lembaga pendidikan formal (diluar pesantren) untuk tidak menyelenggarakan tatap muka karena resistensi penyebaran virus Covid 19 masih ada. Kecuali, pesantren karena siswa dikarantina di pondok dan tidak berinteraksi ke luar.

“Kalau santri kan tidak pulang pergi ke rumah atau ke dunia luar. Jadi terjamin kesehatannya. Kemudian, sebelum pembelajaran, santri akan dikarantina di ruang isolasi yang sudah disediakan pihak yayasan,” ungkap dia.

Meski Sumedang masuk zona hijau, lanjut Erwan, tapi sebagian kecamatan masih zona merah. Seperti Jatinangor dan beberapa kecamatan lain yang masih ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Disdik, bahwa ada dua guru dan dua siswa yang terkonfirmasi Covid-19. Jadi, untuk tatap muka belum bisa diperbolehkan,” tegasnya.

Sementara, Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem mengimbau untuk tetap menjaga tidak terjadi kerumunan. Kedatangan santri pun akan dibagi dalam beberapa gelombang. Ceppy memastikan, di Al Ma’soem belum ada kegiatan belajar mengajar. Semuanya masih dilakukan secara daring atau online.

“Kita patuhi arahan pemerintah, sebelum ada surat edaran dari pemerintah, kita tidak menggelar tatap muka. Dan di Al Ma’soem, karena pembelajaran daring difasilitasi dengan siaran langsung, jadi belajar online serasa ofline. Selain zoom meeting juga ada Google meet dan beberapa aplikasi online lainnya,” katanya.

Termasuk, kata Ceppy, sistem absensi siswa dengan pola dan konsep Al Ma’soem, tingkat kehadiran 97 persen siswa dari kelas VII sampai IX dan siswa kelas X sampai XII kehadiran sangat baik.

“Kita pantau absensinya dengan sistem yang kami punya, alhamdulillah ketidakhadiran cuma 3 persen. Sisanya ya online belajar daring,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Siswa Al Ma’soem, Asep Dedi Suhendri menambahkan salah satu syarat masuk ke Ponpes, harus ada surat keterangan sehat dari Dinkes minimal rapid tes dan surat pernyataan dari ortu, diatas materai tentang sehat dan izin dari orang tua.

“Jadi santri yang akan masuk pesantren, benar-benar sehat. Orangtuanya pun mengizinkan dengan membuat surat pernyataan. Kalau orang tua keberatan, mereka bisa menahan anaknya untuk tidak sekolah,” katanya.

Selain persyaratan tadi, para santri harus membawa masker 5 buah, madu, vitamin C, hand sanitizer, dan menerapkan pisikal distancing baik ketika datang, melaksanakan solat, ngaji dan aktivitas lainnya.

“Pembelajaran santri pun kita lakukan pisikal distancing. Makan juga kita layani dengan petugas catering, pengambilan oleh petugas gak boleh sendiri. Termasuk Kantin semua tutup. Setiap ruangan ada hand sanitizer, dan selalu disemprot disinfektan,” katanya.

Pada saat kedatangan santri pun, lanjut Asep, awalnya ditargetkan 100 orang, namun karena perkembangan Covid-19 terus naik, maka yang hadir jadi 24 orang. Sehingga, fisikal distancing benar-benar diterapkan di kampus Al Ma’soem.

“Pada saat kedatangan santri, kendaraan dan barang milik santri disemprot disinfektan. Kemudian, santri disuruh cuci tangan dan dicek suhu tubuhnya. Orang tua pun cukup mengantarkan sampai parkir, nanti petugas yang mengantarkan,” tandasnya. (nto)

Loading...

loading...

Feeds

Kebijakan Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK memberikan respon terkait penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang penyesuaian iuran program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan selama …

Manfaat Pensiun Anak sampai Usia 23 Tahun

Seseorang yang terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK, yang didaftarkan dengan program jaminan pensiun oleh perusahaannya, maka Peserta bisa menikmati Jaminan Pensiun …
Puluhan Kendaraan Laku Dilelang

Puluhan Kendaraan Laku Dilelang

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 87 unit kendaraan roda dua dan roda empat milik aset daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah …
Bergabung karena Terus Dihubungi Lampar

Bergabung karena Terus Dihubungi Lampar

POJOKBANDUNG.com, LONDON – Timo Werner, penyerang muda Jerman itu mengungkapkan salah satu alasan bergabung dengan Chelsea. Sebabnya, dia selalu ditelfon …