Polri Dukung Penguatan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

POJOKBANDUNG.com, BATUJAJAR – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan pengadaan Alat Material Khusus (Almatsus), berasal dari produk dalam negeri. Itu merupakan upaya mendorong penguatan ekonomi di masa pandemi COVID-19.


Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, kualitas peralatan bagi anggota Polri tersebut dinilai mempunyai kualitas yang bersaing dengan peralatan yang didatangkan dari luar negeri.

“Kita mendukung kebijakan pemerintah untuk belanja dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan almaksus Polri. Terlebih saat ini industri terdampak pandemi COVID-19,” kata Agus, usai meninjau PT Farin Industri Nusantara di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (6/8).

Ia menambahkan, kedatangannya tersebut juga sekaligus mengecek kualitas Almatsus yang diproduksi dalam negeri. Oleh karena itu, pihaknya memastikan dengan datang langsung ke tempat produksi.

“Kualitasnya baik, tadi saya coba. Saya tidak merasakan dipukul. Sama sekali tidak goyang, tadi tamengnya saya dipukul keras juga tahan cukup baik. Tentunya karena pengecekan hasil produksi yang cukup bagus,” jelasnya.

Agus menegaskan, pengadaan peralatan yang berasal dari produksi dalam negeri merupakan upaya nyata Polri dalam mendorong penguatan ekonomi di masa pandemi COVID-19 terutama pada sektor industri manufaktur.

“Jajaran Polri juga mendukung pemerintah untuk melaksanakan belanja dalam negeri untuk Almatsus. Jadi bukan hanya masa pandemi tapi di masa masa yang akan datang tetap menggunakan produk dalam negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Farin Industri Nusantara, Steven menyebut, produk keperluan kepolisian dan militer yang diproduksinya sudah merambah pasar mancanegara. Hal itu terbukti dengan ekspor yang dilakukan ke beberapa negara Asia Tenggara.

“Kita sudah ekspor ke Thailand, Malaysia, Filipina dan negara lainnya. Mayoritas rompi dan perlengkapan kepolisian dan militer terutama tekstil,” katanya.

Steven menegaskan, sejauh ini bahan baku yang digunakan mayoritas berasal dari dalam negeri. Hal itu juga menjadi salah satu pendorong meningkatnya geliat produksi yang dilakukan.

“Untuk bahan baku kita gunakan 80 persen berasal dari Indonesia. Nah yang 20 persen itu bahan untuk rompi anti peluru,”pungkasnya.

(kro/b/gat).

Loading...

loading...

Feeds