Tragedi Srebrenica Bukti Umat Butuh Junnah

Umat Islam tak pernah sepi dari rangkaian ujian yang mendera. Ujian bertubi-tubi datang silih berganti. Tertindas, terjajajah bahkan mengalami sederetan genosida, begitulah nasib yang dialami umat Islam hingga kini. Sejak Daulah khilafah runtuh tahun 1924, umat Islam terombang-ambing tak tentu arah, tak ada pegangan sebagai pelindung dan penjaga. Mengalami banyak peristiwa yang tentu merenggut banyak nyawa.


Tragedi Srebrenica menjadi saksi sejarah kekejaman yang dialamatkan pada umat Islam. Saat itu pada tanggal 11 Juli 1995, pasukan Serbia membunuh lebih 8.000 pria dan anak lelaki muslim hanya dalam beberapa hari. Sehad Hasanovic satu dari banyaknya keluarga yang kehilangan orang yang dicintai. Ayahnya menjadi korban pembantaian di Bosnia, ia hanya mengingat ayahnya pergi ke hutan dan tak pernah kembali. Saudara dan ayahnya terbunuh ketika pasukan Serbia Bosnia yang dipimpin oleh Ratko Mladic memasuki daerah Srebrenica dan melakukan pembunuhan massal terhadap pria dan remaja (cnn internasional, Minggu 12 Juli 2020)

Genosida yang dilakukan terhadap umat muslim oleh pasukan Serbia Bosnia, salah satu dari beberapa konflik yang terjadi pada tahun 1990-an. Ketika Yugoslavia bubar, Republik Sosialis Bosnia dan Herzegovina yang saat itu merupakan bagian wilayah Yugoslavia adalah wilayah dengan banyak etnis, diantaranya Bosnia Muslim, Serbia Ortodoks, dan Kroasia Katolik.
Bosnia dan Herzegovina mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1992, dan diakui oleh pemerintah AS dan Eropa. Akan tetapi Serbia Bosnia melakukan pemboikotan terhadap referendum dan mengeluarkan Bosnia dari wilayahnya dan menciptakan Serbia Raya. Pasukan Serbia Bosnia melakukan penyerangan terhadap negara yang baru terbentuk dengan mengeluarkan kebijakan pembersihan etnis orang-orang Bosnia yang sebagian besar adalah kaum muslim.

Duka yang dialami dua puluh lima tahun lalu tak lekang oleh masa, tragedi mengerikan yang dialami kaum muslim Srebrenica masih terus terjadi dan dialami kaum muslimin dibelahan bumi lainnya. Pembantaian dan kekejaman sistematis ini bukanlah yang terakhir, melainkan terus berlanjut hingga saat ini seperti di Suriah, Yaman, Pattani, Palestine, Uighur dan sederetan tempat lainnya. Ditambah dengan ketidakadilan PBB terhadap kaum muslim menjadi bukti bahwa PBB sebagai alat melegitimasi kedengkian sebagian penjahat kemanusiaan untuk memuaskan nafsu kekuasaan terhadap Islam dan kaum muslim.

Sederetan tragedi kemanusiaan, kehinaan, kenistaan dan kepiluan yang dialami kaum muslim hingga saat ini akan terus terjadi selama kekuasaan global masih dikuasai ideologi kapitalis. Sebab ideologi ini hanya akan memuaskan dan melindungi para kapital yang memiliki kepentingan. Maka dari itu PBB yang seharusnya menjadi jalan tengah tak memberi solusi dan manfaat apapun, apalagi terhadap kaum muslim. Sebab PBB merupakan salah satu lembaga buatan kapitalis.

Tragedi Srebrenica dan perang Bosnia menjadi pelajaran penting bagi anak umat ini, bahwa hidup tanpa naungan khilafah negeri muslim akan terus menjadi santapan pertarungan kepentingan negara-negara adidaya yang tak segan mengorbankan banyak nyawa. Umat Islam pun harus menyadari khilafah adalah tempat bernaung yang aman dan nyaman untuk seluruh generasi yang memberikan solusi tuntas dengan menerapkan aturan berlandaskan pada alqur’an dan sunnah. Karena sejatinya kaun muslim memiliki perisai yang akan membawa kaum muslim pada kedamaian hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana orang-orang akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR Muslim)

Khalifah sebagai perisai menjadi tameng dan mencegah musuh menyerang atau menyakiti kaum muslim. Melindungi keutuhan Islam dan saat kaum muslim mengalami penyerangan tak segan khalifah menurunkan pasukan untuk menyelamatkan dari kebengisan penguasa kafir. Sikap tegas yang dimiliki khalifah akan mengakhiri penderitaan umat muslim yang bertubi-tubi. Dengan demikian, kebutuhan umat akan junnah sangat dibutuhkan. Mengingat saat ini umat muslim tak memperoleh keadilan dan kedamaian yang nyata.

Wallahu a’lam bish shawab

Oleh: Bunda Alzam
Pendidik Generasi

Loading...

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Siap Divaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menyatakan kesiapan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 …