Nasdem, PKB, Demokrat Usung DS-Sahrul Gunawan Jadi Cabup-Cawabup

Pasangan DS - Sahrul saat menerima rekomendasi DPP Partai NasDem sebagai Calon Bupati dan WaKil Bupati Bandung / Foto : Istimewa

Pasangan DS - Sahrul saat menerima rekomendasi DPP Partai NasDem sebagai Calon Bupati dan WaKil Bupati Bandung / Foto : Istimewa

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Jelang pendaftaran calon bupati/wakil bupati bandung sejumlah partai semakin intens berkomunikasi. Salah satunya adalah pertemuan yang digelar oleh tiga partai yaitu Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKB, yang digadang-gadang akan mengusung Dadang Supriatna berpasangan dengan Sahrul Gunawan.


Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Endang menyatakan Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem resmi berkoalisi untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung. Endang mengatakan sudah menyampaikan hal ini ke partai tingkat provinsi hingga DPP.

“Sekarang tinggal tunggu rekom DPP dalam waktu satu atau dua hari ini,” ujar Endang saat dihubungi via telepon, Kamis (23/7).

Sebelumnya Partai Demokrat telah menjalin koalisi dengan PKS. Kata Endang, koalisi tersebut sudah bubar dan berakhir sejak 20 Juli 2020. Alasannya adalah karena tidak ada kecocokan diantara keduanya, misalnya PKS yang memutuskan wakil bupatinya yaitu Sahrul Gunawan, sehingga calon yang diusulkan oleh Partai Demokrat tidak ada yang dilirik. Alasan kedua pemicu perpecahan koalisi ini adalah karena Gun Gun Gunawan yang sulit diajak komunikasi, baik oleh dirinya maupun kader Partai Demokrat.

“Saya kesal kepada Gun Gun Gunawan, yang saya nilai angkuh karena sulit dihubungi. Memang komunikasi dengan PKS baik, tapi kita perlu juga berkomunikasi dengan calon bupatinya yaitu Gun Gun Gunawan ini. Tapi calon bupatinya ini sombong banget,” tutur Endang.

Koalisi Partai Demokrat, NasDem dan PKS ini, digadang-gadang akan mengusung Dadang Supriatna sebagai calon bupatinya. Menurut Endang, Dadang Supriatna ini memiliki elektabilitas yang bagus, selain itu juga memiliki pengalaman anggota DPRD Kabupaten Bandung selama dua periode dan sekarang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, Dadang Supriatna dianggap memahami kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung.

“NasDem dan PKB sepaham dengan kita, memiliki satu misi dan visi, mempunyai semangat perubahan yang sama untuk Kabupaten Bandung yang lebih maju,” tuturnya.

Meskipun dalam koalisi tiga partai ini, tidak ada calon yang berasal dari Partai Demokrat, Endang mengaku tak masalah, karena yang terpenting adalah bisa bersama-sama untuk membangun Kabupaten Bandung. Terkait dengan penjaringan calon di internal Partai Demokrat, kata Endang, tahapan tersebut dilakukan setelah berkoalisi dengan PKS dimana Gun Gun ditetap sebagai calon bupatinya, makanya Partai Demokrat melakukan penjaringan untuk mencari calon wakil Gun Gun Gunawan.

“Ketika Gun Gun nya tidak mau dipasangkan, ya berarti penjaringan itu sudah selesai,” jelas Endang.

Endang berharap koalisi tiga partai ini bisa membawa kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Bandung untuk mengusung perubahan dan harapan baru.

Ketua DPP Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi menanggapi adanya isu terkait perpecahan koalisi antara Demokrat dengan PKS di Pilkada Kabupaten Bandung. Dede menyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada Ketua Partai Demokrat di daerah.

“Mau diambil langkah apapun, kita akan tetap mendukung. Kecuali ketua umum memerintahkan hal lain. Kalau ketua umum memerintahkan lain, maka saya pun akan mengintervensi apapun yang akan dilakukan oleh Ketua DPC, apalagi saya saya adalah Ketua DPP,” ujar Dede saat wawancara di Baleendah, Kamis (23/7).

Dede menegaskan, tidak akan mengintervensi koalisi yang dibangun oleh Partai Demokrat di daerah. Pihaknya akan mendukung kebijakan-kebijakan yang diambil oleh DPC.

“Saat ini proses masih berjalan dan dinamikanya masih diikuti. Apalagi politik itu bisa dengan mudah berubah,” sambung Dede.

Kata Dede, koalisi adalah sarana untuk bisa mendapatkan perahu bersama karena Partai Demokrat tidak bisa sendiri. Adapun dengan siapa Partai Demokrat berkoalisi, kata Dede, itu sangat bergantung kepada karakter calonnya.

“Bagi saya itu adalah bagian daripada yang namanya lobi politik. Karena, dalam politik ada yang disebut dengan kepentingan-kepentingan, baik kepentingan rakyat maupun kepentingan partai,” tutur Dede.

Ada calon maupun tidak ada calon dari Partai Demokrat dalam Pilkada Kabupaten Bandung ini, kata Dede, tidak ada masalah. Yang terpenting adalah Partai Demokrat bisa unggul, bisa menambah kursi DPRD.

“Kalau urusan calon itu rezeki dari Allah, karena Jodoh-jodohan,” kata Dede.

Ketua DPC Partai NasDem Kabupaten Bandung, Agus Yasmin membenarkan adanya pertemuan antara Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKB serta Dadang Supriatna beberapa waktu lalu. Kata Agus, pertemuan itu memang disengaja yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan mempererat persaudaran.

“PKB mengundang Demokrat sama NasDem. Jadi, PKB menawarkan Dadang Supriatna,” kata Agus saat dihubungi via telepon, Kamis (23/7).

Dengan adanya pertemuan tersebut, pihaknya merespon dengan positif. Jadi, selama Partai Demokrat dan PKB bisa menerima Sahrul Gunawan, artinya calon pemimpin akan lebih beragam. Pertemuan antara NasDem dengan PKB pernah berlangsung pada Februari sekaligus untuk membangun beberapa komitmen.

“Kita mendapatkan komunikasi dari ketua fraksi, bahwa PKB ingin lebih intens bicara dengan NasDem. Alhamdulillah, jalinan komunikasi Partai NasDem dengan partai lain berjalan lancar,” tutur Agus.

Dari pertemuan tiga partai itu, pihaknya berharap bisa menjadi sarana untuk mencapai tujuan yaitu pertama bisa mendaftarkan calon ke KPUD, dan kedua bisa memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung ini.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung,  Tarya Witarsa menanggapi, adanya informasi pengusungan Dadang Supriatna dengan Sahrul Gunawan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung melalui tiga partai yaitu PKB, Demokrat dan Nasdem. Menurutnya, pertemuan memang ada tapi belum menyepakati suatu kesepakatan final.

“Belum final, nanti juga dikasih tau kepada teman-teman media,” ujar Tarya saat dihubungi  melalui telepon beberapa waktu lalu.

Tarya mengaku dalam pertemuan tersebut hanya sebagai suatu ajang silaturahmi dengan seluruh partai. Tarya juga mengakui adanya Dadang Supriatna yang hadir dalam pertemuan tersebut, padahal Dadang Supriatna merupakan kader Partai Golkar.

“Kebetulan aja DS hadir. Kalau pertemanan kan tidak melihat partai,” sambung Tarya.

Di internal PKB, kata Tarya, masih dalam proses menjalin silaturahmi dan komunikasi. Dirinya mengaku masih memiliki waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum tahapan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), tanggal 4,5, dan 6 September 2020.

“Nyantai weh tapi tetap semangat,” pungkas Tarya.

(fik)

Loading...

loading...

Feeds

Kebijakan Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK memberikan respon terkait penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang penyesuaian iuran program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan selama …

Manfaat Pensiun Anak sampai Usia 23 Tahun

Seseorang yang terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK, yang didaftarkan dengan program jaminan pensiun oleh perusahaannya, maka Peserta bisa menikmati Jaminan Pensiun …
Puluhan Kendaraan Laku Dilelang

Puluhan Kendaraan Laku Dilelang

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 87 unit kendaraan roda dua dan roda empat milik aset daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah …
Bergabung karena Terus Dihubungi Lampar

Bergabung karena Terus Dihubungi Lampar

POJOKBANDUNG.com, LONDON – Timo Werner, penyerang muda Jerman itu mengungkapkan salah satu alasan bergabung dengan Chelsea. Sebabnya, dia selalu ditelfon …

Ancaman Baru di Tengah Pandemi

Pandemi virus Covid-19 belum usai dengan segudang permasalahan yang menyertainya. Kini kita juga diliputi kegelisahan serangan demam berdarah dengue (DBD) …