ASN Dipercaya Jadi Cawabup, Bawaslu: Usman Tak Langgar Kepemiluan

Usman Sayogi

Usman Sayogi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Hadir dalam rapat internal Partai Golkar dengan status sebagai Aparatur Sipil Negara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung, Usman Sayogi mengaku, hal tersebut adalah hal yang sah-sah saja. Dalam rapat internal Partai Golkar, Usman ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, mendampingi Kurnia Agustina Naser yang menjadi Bupati Bandung dari Partai Golkar.


Usman mengungkapkan, Surat Keputusan tentang penetapan dirinya menjadi Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, mendampingi Kurnia Agustina Naser yang menjadi Bupati Bandung dari Partai Golkar, merupakan sesuatu yang masih bersifat rekomendasi. Kata Usman, Surat Rekomendasi itu merupakan suatu tawaran dari bentuk aspirasi masyarakat kepada kinerja pribadi. Jadi, masyarakat tidak hanya melihat dari segi partai.

“Itu merupakan suatu hal yang harus dihargai,” ujar Usman di Soreang, Senin (13/7).

Dengan statusnya sebagai ASN yang menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung, Usman merasa tak bersalah pada saat menghadiri rapat pleno DPP Golkar. Apalagi, dirinya mengaku sama sekali tidak menggunakan atribut partai.

“Saya hadir kesana, tidak serta-merta untuk mendaftarkan atau mencalonkan diri, tetapi itu adalah murni kepercayaan yang diberikan kepada saya. Jadi keputusan DPP Golkar, saya sikapi hanya sebagai tawaran atau bentuk apresiasi yang harus saya pertimbangkan matang-matang,” tutur Usman.

Kepada Badan Pengawas Pemilu (Kabupaten Bandung), Usman menyampaikan, bahwa dirinya hadir di rapat internal Partai Golkar dilatarbelakangi hanya karena undangan dan sudah diketahui oleh pimpinan institusi tempat dirinya bekerja. Selain itu, Usman juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan pada hari libur serta dirinya juga tidak menggunakan atribut partai.

“Kita hadir sebagai salah satu bentuk untuk mengapresiasi undangan dan sifatnya hanya rekomendasi bukan untuk mengadakan komitmenisasi. Saya anggap itu adalah hak politik milik saya pribadi untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Karena, masyarakatlah yang mempunyai apresiasi kepada saya,” tutur Usman.

Sementara itu, Bawaslu Kabupaten Bandung akan segera memanggil calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, Usman Sayogi, pada Selasa (14/7/20) terkait kehadirannya pada kegiatan partai dalam hal ini penyerahan SK Penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung di kantor DPP Partai Golkar. Usman diduga melanggar Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.

Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Bandung, Ari Hariyanto mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan dipilihnya Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung tersebut sebagai bakal calon Wakil Bupati Bandung, karena memang tidak ada yang dilanggar oleh yang bersangkutan dari sisi kepemiluan.

(fik/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …