Produk PT Minna Padi Aset Manajemen Dilikuidasi, Puluhan Nasabah Tagih Dana Investasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Puluhan nasabah menagih dana investasi dengan mendatangi langsung kantor cabang PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM). Hal ini merupakan buntut dari enam produknya dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Dari pantauan, para nasabah tersebut kompak mendatangi kantor kantor cabang PT MPAM di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020) dengan mengenakan baju putih. Mereka menagih distribusi dana investasi yang dianggap tidak ada kejelasan dalam satu tahun terakhir.

Adapun 6 produk reksa dana yang dilikuidasi OJK pada Oktober 2019 tersebut di antaranya Reksa Dana Minna Padi Keraton II, Property Plus, Pasopati Saham, Pringgondani Saham, Amanah Saham Syariah dan Hastinapura Saham.

“Dari awal produk ini dibubarkan OJK, kita nasabah kesulitan untuk mendapatkan hak-hak kita. Di dalam itu nggak bisa. Kita lihat OJK diam, Minna Padi juga diam. Tiap kita tanya nggam ada jawaban yang jelas buat kita, sudah hampir setahun. Kita harus menunggu sampai kapan?,” ucap salah seorang nasabah Minna Padi Anton Novrianto di kantor cabang PT MPAM.

Anton menuturkan ada sekitar 600an nasabah asal Jawa Barat yang menempatkan aset di PT MPAM dengan minimal investasi Rp 500 juta. Pihak manajemen dianggap tidak bisa menjelaskan dan memberi kepastian mengenai mekanisme pendistribuan tersebut.

“Dari sana kami menunggu janji dari pemegang saham, minimal pokok nasabah akan dikembalikan. Sampai sekarang tidak ada. Janji manis. Malah hilang semua. Alasan PSBB tidak bisa menemui pihak kantor. Seharusnya perintah OJK di bulan Februari akhir atau Maret awal harus ada pembayaran,” ucap dia.

“Tapi Minna Padi melakukan pembayaran rata-rata 20 persen. Sisanya minta mundur waktu. Padahal dalam aturan tidak ada. OJK memberi kelonggaran sampai 18 Mei. Saat deadline hilang, jawaban resmi tidak ada. Hanya mampu membayar semampunya. Kita tidak terima,” ujarnya.

Di tempat yang sama, konsultan hukum PT MPAM Bandung Martin Sitorus mengatakan pihaknya mewakili manajemen sejauh ini hanya bisa menginformasikan soal proses likuidasi.

Menurut Martin, proses pendistribusian tetap dilakukan dan ia sebut sudah melakukan komunikasi dengan para nasabah. Proses tahap pertama sudah dilakukan dan saat ini masuk tahap kedua.

“Tetap berproses dan hal ini selalu kami komunikasikan kepada nasabah seluruh Indonesia. Yang (tahap) kedua ini ada keterlambatan karena ada hal yang perlu disepakati agar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus PT MPAM ini juga sudah dibawa ke DPR. Para nasabah diterima Komisi XI di ruang VIP. Mereka bertemu dengan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi dan beberapa anggota Komisi XI lainnya.

Manajemen MPAM dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2020) menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat pada OJK dengan nomor 075/CM-DIR/MPAM/V/2020. Isinya tentang kemungkinan dijalankannya proses pembagian hasil likuidasi tahap kedua kepada seluruh nasabah pemegang unit penyertaan dengan menyampingkan terlebih dulu kendala atas penyerapan sisa saham yang belum terjual.

Namun menurut manajemen hingga saat ini pihak OJK belum membalas surat tersebut untuk memberikan tanggapan maupun arahan terkait skema yang diusulkan tersebut.

Lalu pada 11 Juni 2020, manajemen MPAM kembali mengirimkan surat kepada OJK dengan nomor 079/CM-DIR/MPAM/VI/2020 perihal permohonan persetujuan pelaksanaan lelang terbuka sisa saham hasil likuidasi. Hal itu dianggap sebagai upaya mencari solusi atas kendala dalam proses pembubaran dan likuidasi reksa dana.

(muh)

Loading...

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Siap Divaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menyatakan kesiapan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 …

Idul Adha, Telkomsel Serahkan 777 Hewan Kurban

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA–Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Telkomsel memberikan bantuan 777 hewan kurban yang akan disalurkan kepada sekira 43.000 penerima …

Hadirkan Popok Dewasa Berkapasitas Besar

POJOKBANDUNG.com – SEIRING dengan meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia yang mencapai 66 tahun, maka terjadi juga peningkatan pada jumlah lanjut …