Kasus Covid-19 Pecah Rekor Lagi dan Klaster Secapa TNI-AD Diisolasi

ILUSTRASI: Pusdik Secapa TNI-AD di Bandung diisolasi setelah menjadi klaster baru kasus positf Covid-19. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

ILUSTRASI: Pusdik Secapa TNI-AD di Bandung diisolasi setelah menjadi klaster baru kasus positf Covid-19. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

POJOKBANDUNG.com – Kasus positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan penambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua pekan terakhir.


Dua provinsi menyumbang kasus terbanyak, yakni Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim). Untuk kali pertama dalam dua pekan terakhir, Jabar melewati Jatim yang memuncaki klasemen penyumbang kasus terbanyak dengan 962 kasus baru.

Meski demikian, Jatim masih memberikan sumbangan yang besar, yakni 517 kasus baru. ’’Pertambahan cukup tinggi di Jawa Barat. Namun, di saat yang sama juga dilaporkan 27 orang sembuh,’’ kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto kemarin (9/7).

Jatim, lanjut Yuri, mencatat 517 kasus baru, tapi juga dengan 263 kasus sembuh. ’’DKI Jakarta 284 orang kasus baru dengan 221 orang sembuh,’’ tambah Yuri.

Dari analisis epidemiologi, sebuah klaster penularan baru tercipta di kawasan Pusat Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat di Bandung, Jawa Barat. Klaster itu, kata Yuri, dipantau sejak 29 Juni. Sejak saat itu, klaster tersebut menyumbang lebih dari seribu kasus terkonfirmasi positif.

’’Adapun dari hasil penyelidikan epidemiologi tersebut didapatkan 1.262 kasus positif Covid-19 yang terdiri atas peserta didik dan beberapa tenaga pelatih di sana,’’ jelas Yuri.

Meski demikian, dari total jumlah tersebut, hanya 17 orang yang kini dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Dustira Cimahi dengan keluhan seperti demam, batuk, dan sesak napas. Sementara itu, sisanya dinyatakan dengan keluhan ringan sampai tidak ada keluhan sama sekali.

Sisa para PDP yang tanpa keluhan tersebut kini menjalani karantina ketat di wilayah kompleks pendidikan Secapa Bandung. Tidak ada yang boleh keluar atau masuk kompleks tersebut.

’’Seluruh kompleks pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat di Bandung kita lakukan isolasi. Kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang, baik masuk ke kompleks maupun keluar dari kompleks,’’ jelas Yuri.

Sementara itu, Pemprov Jatim mengadakan rapid test masal secara bertahap kepada lebih dari 70 ribu pegawainya. Hingga kemarin, sudah 11.500 pegawai yang menjalani tes cepat itu. Hasilnya, 511 orang dinyatakan reaktif. Mereka lalu menjalani tes lanjutan dan karantina. Sebanyak 430 pegawai kemudian dites swab. Diketahui ada 98 pegawai yang positif terinfeksi virus korona.

”Masih ada yang hasil tesnya belum keluar,” ujar Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. Para pegawai yang hasil swab-nya negatif diminta tetap menjalani karantina. Ada yang dikarantina di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim di Surabaya. Ada juga yang melakukan isolasi mandiri. ”Kami selalu pantau kondisi mereka,” ujarnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Siap Divaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menyatakan kesiapan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 …

Idul Adha, Telkomsel Serahkan 777 Hewan Kurban

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA–Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Telkomsel memberikan bantuan 777 hewan kurban yang akan disalurkan kepada sekira 43.000 penerima …

Hadirkan Popok Dewasa Berkapasitas Besar

POJOKBANDUNG.com – SEIRING dengan meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia yang mencapai 66 tahun, maka terjadi juga peningkatan pada jumlah lanjut …

Kilang Cilacap Pastikan Pasokan BBM Aman

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap memastikan supply produk bahan bakar minyak (BBM) dari kilang miliknya …