Wabah Masih Melanda, Sekolah Hendak Dibuka

Keresahan yang dialami sebagian masyarakat saat kebijakan sekolah hendak dibuka kembali, menunjukkan kebobrokan dan inkonsisten dalam menerapkan aturan. Kebijakan yang silih berganti tak mampu menemukan jalan keluar. Dilema inilah yang ditanggung masyarakat akibat penerapan kebijakan sistem kapitalistik dalam penanganan pandemi. Bukan keselamatan warga yang diutamakan, akan tetapi hitung-hitungan ekonomi yang lebih dominan. Demi berjalannya roda perekonomian, tempat wisata, mall dan sejumlah tempat perbelanjaan umum dibuka tanpa mengindahkan dampak yang disebabkannya.


Negara yang menganut sistem kapitalis, takkan mampu mengatasi persoalan apalagi di tengah pandemi yang masih membayangi masyarakat. Pendidikan yang seharusnya diterima oleh seluruh warga masyarakat justru terkendala oleh karut marutnya kebijakan yang diberlakukan. Pemerintah begitu nekad untuk membuka sekolah meskipun suasana pandemi masih mencekam. Begitulah kerusakan yang ditimbulkan sistem kufur, hak setiap warga tidak bisa dipenuhi dengan baik. Sehingga banyak masyarakat yang menyelesaikan masalahnya secara mandiri tanpa bantuan dari negara.

Jalan keluar dari polemik pendidikan saat ini adalah kembali pada aturan Islam. Islam sebagai agama dan tatanan hidup yang bersumber dari Allah Swt. yang memiliki solusi bagi seluruh problematika manusia. Problem pendidikan saat pandemi tengah terjadi dapat diselesaikan dengan mengikuti aturan Islam.

Di bawah kepemimpinan Islam yakni dengan berpegang pada syariat Islam, maka orientasi pendidikan akan diarahkan pada pembentukan individu secara islami. Memiliki pola pikir Islam, pola sikap Islam serta berdaya guna meninggikan kalimatillaah (agama Allah). Out putnya, tidak saja terwujud pribadi salih, cemerlang juga menjadi generasi unggul dalam dekapan hangat Islam. Negara sebagai penanggung jawab kepentingan publik akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan memenuhi seluruh keperluan pendidikan yang merupakan hak atas setiap warga negara. Kepala negara (Khilafah) akan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai demi terwujudnya kurikulum pendidikan islami seperti perpustakaan, asrama, pemandian, laboratorium dll. sebagaimana khalifah masa Abbasìyyah atau masa Utsmaniyah. Semua disediakan secara gratis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pun halnya dalam situasi pandemi. Islam dengan segenap aturannya memiliki kebijakan sistemik. Bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus dan langkah apa yang dilakukan demi kegiatan belajar tetap terlaksana sempurna?

Loading...

loading...

Feeds

Rekrut Bek Baru Jangan Sancho

Rekrut Bek Baru Jangan Sancho

POJOKBANDUNG.com, MANCHESTER – Manchester United kembali diminta fokus memperkuat lini pertahanan. Nama Dayot Upamecano diusulkan agar diprioritaskan ketimbang Jadon Sancho. …
Geoffrey dan Febri Alami Cedera

Geoffrey dan Febri Alami Cedera

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kurang dari sepekan kabar kurang mengenakan menghampiri Persib Bandung. Dua pemainnya mengalami cedera. Ya dua pemain itu …

Kolaborasi Telkomsel-MCAS, Luncurkan DigiSaham

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS), perusahaan distribusi digital terdepan di Indonesia, mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi …

Waspada! Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, periode tiga hari kedepan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Bahkan …

ICW: Pejuang KPK Itu Tak Tinggalkan Gelanggang

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengomentari sindiran Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron terhadap pegawai lembaga antirasuah yang mengundurkan …

Wanita Dimuliakan tanpa ‘Kesetaraan’

BICARA tentang kaum hawa hari ini masih berkutat seputar problem kesetaraan gender yang menjadi komoditi propaganda barat yang dikampanyekan pada …