Istri Hakim PN Medan Divonis Mati karena Dalangi Pembunuhan Suami

Zuraida Hanum, istri hakim PN Medan Jamaluddin yang merancang pembunuhan berencana dan akan menikah dengan pelaku pembunuhan. (SUMUT POS)

Zuraida Hanum, istri hakim PN Medan Jamaluddin yang merancang pembunuhan berencana dan akan menikah dengan pelaku pembunuhan. (SUMUT POS)

Setahun sebelum pembunuhan, Zuraida berkenalan dengan M. Jefri Pratama. Perkenalan terjadi karena anak mereka satu sekolah. Karena sering bertemu, mereka akhirnya terlibat jalinan asmara. Zuraida sering berkeluh kesah tentang kehidupan rumah tangganya yang berantakan.


Dalam rekonstruksi 13 Januari lalu, Zuraida mengaku merancang pembunuhan suaminya karena sering diselingkuhi. ”Saya lagi hamil pun, dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya, ke kakak-kakak dan adik kandungnya, tapi mereka tidak berdaya apa-apa,” ungkapnya.

Saat reka ulang, ada 15 adegan yang diperagakan. Pada adegan pertama, tersangka Jefri bertemu Zuraida di Everyday Cafe, Jalan Ring Road Medan, awal November 2019. Saat bertemu sekitar pukul 11.00 WIB, Zuraida curhat perihal permasalahan rumah tangganya kepada Jefri.

Zuraida mengaku sempat meminta cerai. Tetapi, sang suami tidak setuju karena malu lantaran profesinya sebagai hakim. Karena itu, Zuraida meminta tolong kepada Jefri untuk membunuh korban. Awalnya Jefri menyarankan untuk bercerai saja.

”Rasanya mau mati saja karena banyak permasalahan yang dihadapi selama bersama dia (korban). Lebih baik dia mati atau saya yang mati,” cetusnya. Akhirnya Jefri setuju membunuh korban. Adegan pertama berakhir dan tersangka Jefri meninggalkan Zuraida.

Pada adegan kedua, Jefri menemui Reza Fahlevi yang juga adik tirinya di warung tempat usahanya, kawasan Jalan Setiabudi Ujung, Medan, 24 November 2019 sekitar pukul 19.00 dengan mengendarai mobil Toyota Calya putih BK 1757 HE. Jefri bertemu Reza dan menceritakan keluh kesah Zuraida. Selanjutnya, Jefri meminta Reza bertemu dengan Zuraida guna menjelaskan permasalahan rumah tangga yang dihadapi.

Berlanjut adegan ketiga, pada 25 November 2019 pukul 11.00, Jefri menghubungi Reza dan menyuruhnya datang ke The Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, untuk bertemu dengan Zuraida. Zuraida juga meminta Reza datang ke kafe tersebut.

Pada adegan keempat, Zuraida datang bersama Jefri ke The Coffee Town dengan menggunakan mobil Toyota Camry BK 78 ZH. Tak lama (adegan kelima), Reza tiba di kafe itu dan bertemu dengan Jefri serta Zuraida. Saat itu Zuraida kembali curhat tentang rumah tangganya. Dia juga menyampaikan rencana pembunuhan tersebut. Zuraida juga mengatakan ingin menikah dengan Jefri.

Rencana eksekusi pun dimatangkan. Kamis malam, 28 November 2019, Jefri dan Reza tiba di kediaman Zuraida. Mereka dijemput Zuraida dengan mobil Toyota Camry. Di dalam rumah, Jefri dan Reza diajak Zuraida menuju lantai 3. Mereka menunggu kedatangan Jamaluddin. Tak lama kemudian, Jamaluddin datang dan langsung tidur di kamar bersama putrinya.

Loading...

loading...

Feeds

Jabar Surplus Stok Pangan Jelang Libur Nataru

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan ketersediaan stok 11 komoditas pangan strategis di 27 kabupaten/kota menjelang Libur …
ribuan buruh dmeo depan gesat

UMK 2023 di Jabar Resmi Ditetapkan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat tahun 2023 pada …

Tangis Haru Antar Jenazah Aipda Sofyan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar pada Rabu pagi (7/12), menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, …