Istri Hakim PN Medan Divonis Mati karena Dalangi Pembunuhan Suami

Zuraida Hanum, istri hakim PN Medan Jamaluddin yang merancang pembunuhan berencana dan akan menikah dengan pelaku pembunuhan. (SUMUT POS)

Zuraida Hanum, istri hakim PN Medan Jamaluddin yang merancang pembunuhan berencana dan akan menikah dengan pelaku pembunuhan. (SUMUT POS)

POJOKBANDUNG.com – ”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Zuraida Hanum dengan pidana… mati!” tegas Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Erintuah Damanik kemarin (1/7). Vonis itu membuat Zuraida, 41, tak mampu menahan tangis. Air matanya menetes membasahi pipi dan masker yang diturunkan ke dagu.


Bak sinetron, sidang kemarin menjadi episode akhir dari kasus pembunuhan terhadap Jamaluddin, 55, hakim PN Medan.

Otak pembunuhan adalah Zuraida, istrinya sendiri. Hal itu ditegaskan lagi dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 PN Medan kemarin.

Majelis hakim menjelaskan, hal yang memberatkan terdakwa adalah statusnya sebagai istri hakim yang otomatis menjadi anggota Dharmayukti Karini pada PN Medan. Status itu membuat Zuraida seharusnya menjaga citra sebagai istri seorang hakim.

”Bahwa selama pemeriksaan, terdakwa Zuraida Hanum tidak bersungguh-sungguh menunjukkan rasa penyesalan,” ucap hakim anggota Imanuel Tarigan seperti dilansir Sumut Pos. ”Sedangkan hal yang meringankan, tidak ada alasan pemaaf padanya,” lanjutnya.

Putusan itu jauh lebih berat daripada tuntutan tim jaksa penuntut umum (JPU) Parada Situmorang cs. Dalam sidang sebelumnya, jaksa menuntut Zuraida dihukum penjara seumur hidup. Tuntutan yang sama diajukan kepada dua eksekutor pembunuh hakim Jamaluddin, yakni M. Jefri Pratama, 42, dan M. Reza Fahlevi, 29. Kemarin hakim memvonis Jefri dengan hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan Reza dihukum hanya 20 tahun penjara.

”Kepada penuntut umum dan penasihat hukum terdakwa, kami memberikan tiga kesempatan untuk menanggapi putusan ini dalam waktu tujuh hari. Boleh terima, pikir-pikir, atau banding,” ucap Erintuah.

Seusai sidang, penasihat hukum Zuraida Hanum, Onan Purba, menyatakan menghargai putusan majelis hakim. Namun, dia merasa vonis itu tidak mencerminkan rasa keadilan. ”Jangan karena menerapkan hukum, lalu menimbulkan jerat hukum bagi orang lain. Ya, contohnya, anak mendiang itu kan jadi sama sekali kehilangan orang tuanya. Sisi ini yang tidak dipertimbangkan hakim,” cetusnya. Namun, Onan belum menyatakan banding. Sebab, tim kuasa hukum masih harus berkomunikasi dengan Zuraida.

Kasus pembunuhan tersebut sempat menjadi misteri selama berbulan-bulan. Sebab, tidak ada yang menyangka bahwa pelaku pembunuhan itu adalah istri korban sendiri. Apalagi, saat jasad suaminya ditemukan, Zuraida berakting dengan meyakinkan. Dia berpura-pura menangis hingga harus ditenangkan kerabatnya.

Jamaluddin dan Zuraida menikah pada 2011. Saat itu status Jamaluddin adalah duda cerai. Layaknya pengantin baru, kehidupan di awal pernikahan mereka diliputi kebahagiaan. Mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Namun, seiring berjalannya waktu, Jamaluddin dan Zuraida sering cekcok.

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …