Berhenti Berharap pada Hukum Kapitalis

VIRAL, seorang stand up comedian Gusti Bintang atau yang lebih dikenal dengan nama Bintang Emon dituduh menggunakan narkoba oleh sejumlah akun di twitter. Kejadian ini terjadi setelah Bintang Emon memosting video yang berisi tanggapan pribadinya atas tuntutan hukum ringan yang diberikan jaksa pada kasus penyiraman air keras atas Novel Baswedan tiga tahun yang lalu. Bintang Emon menyampaikan kritiknya dengan gaya yang lucu sehingga banyak warganet yang sepemikiran dengannya membagikan postingan Emon tersebut hingga ramai diperbincangkan masyarakat.


Berselang beberapa hari kemudian Emon akhirnya mengunggah foto surat keterangan dari rumah sakit yang menyatakan bahwa dia bebas dari narkoba. Hal ini untuk membuktikan bahwa tuduhan yang dilayangkan padanya itu tidaklah benar.

Dikutip dari m.detik.com (11/06/ 2020) jaksa penuntut umum menuntut 1 tahun penjara pada penyerang Novel Baswedan, alasannya  karena pelaku mengaku ingin menyiram air keras ke badan Novel namun  tidak sengaja malah terkena ke wajah. Selain itu, mempertimbangkan pengakuan kedua pelaku dan mengapresiasi karena sudah meminta maaf pada Novel dan institusi kepolisian tempat mereka ditugaskan. Adapaun motif dibalik penyiraman yang dilakukan adalah karena pelaku merasa kesal Novel sudah mengkhianati kepolisian.

Menanggapi tuntutan tersebut Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak mengaku memahami kekecewaan publik dan berjanji pihaknya akan memberikan rekomendasi setelah proses hukum selesai dijalankan. Barita mengakui  pihaknya tidak boleh mengintervensi dalam kasus ini karena akan mengganggu proses persidangan. Maka dari itu dia menekankan pada keputusan hakimlah yang akan menjadi penentu dari penyelesaian masalah ini.  (Liputan6.com 14/06/2020)

Penanganan kasus penyiraman Novel Badwedan memang banyak menarik perhatian masyarakat, hal itu karena masyarakat merasa banyak kejanggalam yang terjadi. Mereka pun menilai bahwa alasan jaksa dalam tuntutannya itu tidak dapat diterima akal sehat, irrasional bahkan terkesan mengada-ada. Orang awam pun bisa mengetahui kejanggalan tersebut, maka sangat mengherankan jika para penegak hukum yang notabene berpendidikan tidak bisa memahami hal sesederhana itu.

Respon yang diberikan pemerintah terkesan tidak serius. Hal itu terbukti dari jalannya proses hukum dari kasus ini yang terkesan lambat. Butuh waktu tiga tahun bagi kepolisian untuk menangkap pelaku, dan saat pelaku sudah tertangkap penyidikan yang dilakukan dinilai kurang memuaskan. Terakhir pada tuntutannya pelaku hanya diberikan satu tahun penjara  saja, padahal banyak kasus serupa yang terjadi sebelumnya dituntut lebih dari itu  bahkan ada yang sampai dituntut dua puluh tahun penjara.

Loading...

loading...

Feeds

Gubernur Jabar Siap Divaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menyatakan kesiapan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 …

Idul Adha, Telkomsel Serahkan 777 Hewan Kurban

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA–Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Telkomsel memberikan bantuan 777 hewan kurban yang akan disalurkan kepada sekira 43.000 penerima …

Hadirkan Popok Dewasa Berkapasitas Besar

POJOKBANDUNG.com – SEIRING dengan meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia yang mencapai 66 tahun, maka terjadi juga peningkatan pada jumlah lanjut …