Bersama Perangi Covid-19 Demi Indonesia

POJOKBANDUNG.com—CORONA virus disease 2019 (Covid-19) atau  lebih dikenal virus Corona berdampak merugikan terhadap kehidupan manusia. Selain merugikan kesehatan,  wabah mematikan ini melemahkan perekonomian negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.


Sejak pemerintah menaikkan status Covid-19 menjadi bencana nasional,  virus ini telah menimbulkan rontoknya berbagai bidang usaha. Kegiatan usaha masyarakat terhambat bahkan ada yang menghentikan roda usahanya akibat virus berbahaya ini.

Imbasnya, negara kehilangan potensi pendapatan terutama di sektor perpajakan. Data Kementerian Keuangan mencatat, kinerja penerimaan pajak hingga April 2020 mengalami kontraksi atau minus hingga 3,09 persen.  Rontoknya kinerja penerimaan ini adalah konsekuensi dari pelemahan aktivitas ekonomi yang tertekan akibat wabah Corona.

Menghadapi serangan Corona, pemerintah memang tak bisa sendirian. Peran serta masyarakat baik badan, komunitas maupun perorangan diperlukan untuk mengurangi dampak wabah virus asal Kota Wuhan, Tiongkok ini.

Pandemi ini membuat banyak orang atau kalangan pengusaha di dunia bahu membahu menangkal Covid-19. Upaya global ini melibatkan perusahaan besar dan kecil. Mereka rela mengalihkan usahanya untuk membuat produk-produk yang dibutuhkan bagi pekerja di garis depan dalam perang melawan virus Corona.  Sebut saja pabrik mobil balap di Inggris hingga penjaja gerobak makanan di Afganistan.

Sepeti diwartakan voaindonesia.com (29/5) buruh produsen mobil balap terkenal di Inggris, Mc Laren, membuat ventilator dan alat tes untuk seluruh rumah sakit di negerinyaRatu Elisabeth itu.

Produsen sarung tangan mewah di Perancis mengadapatasi pabriknya untuk memproduksi sarung tangan kain yang bisa dicuci. Produknya itu disumbangkan kepada para pekerja yang ada di garis depan dalam memerangi Corona.

Di Belgia, tim peneliti  menggunakan pencetakan tiga dimensi untuk membuat plastik menjadi pelindung wajah bagi tm medis agar tidak tertular virus Corona.

Tak hanya perusahaan besar, kontribusi bisa saja datang dari seorang pedagang. Di Afganistan, seorang perempuan penjual makanan  mengenakan pelindung dari ujung rambut sampai kaki kala menjajakan makanannya di jalan.Tapi kali ini, dia tidak menawarkan burger yang biasa dia jual melainkan menyediakan tempat cuci tangan, menyemprot orang dengan disinfektan dan membagikan masker.

“Kami menyediakan bahan sanitasi  dan masker di gerobak, 60-70 masker kami bagikan setiap hari dan menjelaskan tentang masalah kesehatan ke orang-orang serta menyarankan mereka agar rajin cuci tangan,” ujar si pedagang.

Upaya menghentikan penyebaran Corona dilaukan warga Kabul.Sekitar 40 kendaraan bertenaga surya mirip bajaj telah dialihkan menjadi kendaraan penyemprot disinsfektan. Pemerintah Kabul menyediakan dana untuk mengubah kendaraan itu dan membiayai pembelian pasokan disinfektan masker dan gaji para pekerjanya.Ketika pandemi Corona telah terkendali warga yang telah membantu itu berharap kembali  ke pekerjaan rutin mereka.Tapi selama pandemi Corona mereka ikut membantu melindungi warga dari virus mematikan tersebut.

Pelaku usaha di Indonesiapun tak tinggal diam. Mereka ikut kontribusi membantu upaya pemerintah melindungi warga dari serangan Corona. Seorang pengusaha tenda sampai rela menjual  mobil Ford Everest kesayangannya untuk membiayai pembuatan masker wajah. Tak kurang 50 ribu masker buatan usaha milik Erik Gunawan itu telah disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk membantu masyarakat terhindar dari Covid-19,dikutip dari detik.com (6/5).

Sementara, kalangan pengusaha melalui Kadin dan Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan donasi berupa alat kesehatan kepada Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB). Bantuan berbobot 80 ton tersebut terdiri dari ventilator, alat pelindung diri dan maskerN95. Bantuan tersebut untuk mendukung penanganan pandemi Corona yang lebih cepat, aman dan menyeluruh.

Nah, untuk memotivasi masyarakat dalam membantu  memerangi wabah Corona, pemerintah teah mengeluarkan berbagai kebijakan. Pemberian insentif dan relaksasi pajak salah satunya.

Pemerintah sendiri mendorong ketersediaan barang-barang seperti alat perlindungan diri dan obat-obatan yang diperlukan untuk menanggulangi wabah Covid-19 melalui pemberian fasilitas pajak pertambahan nilai tidak dipungut atau ditanggung pemerintah.

Fasilitas tersebut diberikan kepada badan atau instansi pemerintah, rumah sakit rujukan, dan pihak- pihak lain yang ditunjuk untuk membantu penanganan wabah Covid-19 atas impor, perolehan dan pemanfaatan barang dan jasa.

Barang yang diperlukan dalam rangka penanganan wabah Covid-19 tersebut antara lain obat-obatan, vaksin, peralatan laboratorium, peralatan pendeteksi, peralatan pelindung diri, peralatan untuk perawatan pasien, dan peralatan pendukung lainnya.

Sedangkan jasa yang diperlukan dalam rangka penanganan wabah Covid-19 seperti jasa konstruksi, jasa konsultasi, teknik, dan manajemen, jasa persewaan, dan jasa pendukung lainnya.

Untuk membantu percepatan penanganan wabah Covid-19 pemerintah memberikan pembebasan dari pemungutan atau pemotongan pajak penghasilan

Masyarakat atau wajib pajak yang turut bergotong royong membantu upaya pemerintah  memerangi wabah Covid-19 berhak mendapatkan fasilitas pajak penghasilan.

Jenis kegiatan yang bisa mendapatkan fasilitas pajak penghasilan antara lain produksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, sumbangan dalam rangka penanganan Covid-19,. penugasan di bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19,penyediaan harta untuk digunakan dalam penanganan Covid-19.

Wajib pajak dalam negeri yang memproduksi alat kesehatan, antiseptic hand sanitizer, dan  disinfektan dapat menerima tambahan pengurangan penghasilan neto sebesar 30 persen  dari biaya produksi yang dikeluarkan.

Alat kesehatan yang dimaksud meliputi masker bedah dan respirator jenis N95, pakaian  pelindung diri, sarung tangan bedah, sarung tangan pemeriksaan, ventilator, dan reagen  diagnostic test untuk Covid-19.

Wajib pajak yang memberikan donasi atau sumbangan dalam rangka penanggulangan wabah  Covid-19 dapat memperhitungkan donasi atau sumbangan sebagai pengurang penghasilan  bruto. Sumbangan yang dapat diperhitungkan adalah sumbangan dalam bentuk uang,  barang, jasa, atau pemanfaatan harta tanpa kompensasi, yang diberikan kepada Badan  Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kementerian  Kesehatan, Kementerian Sosial, atau lembaga lain yang telah memperoleh izin penyelenggaraan pengumpulan sumbangan.

Tenaga kesehatan serta tenaga pendukung kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan  kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan mendapatkan honorarium atau imbalan lain dari  pemerintah dapat menerima penghasilan tambahan tersebut secara penuh karena dikenai  pajak penghasilan dengan tarif 0 persen.

Di sisi lain, wajib pajak yang menyewakan tanah, bangunan atau harta lainnya kepada pemerintah dalam  rangka penanganan Covid-19 dan mendapatkan penghasilan sewa dari pemerintah dapat  menerima penghasilan tersebut secara penuh karena dikenai pajak penghasilan dengan tarif  0 persen.

Selain memberikan fasilitas untuk kegiatan dalam rangka penanganan Covid-19, pemerintah  juga memberikan fasilitas kepada emiten yang melakukan pembelian kembali saham yang  diperjualbelikan di bursa (stock buyback) dalam rangka mempertahankan stabilitas pasar  saham berdasarkan kebijakan pemerintah pusat atau Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka  stabilisasi pasar saham. Fasilitas yang diberikan adalah wajib pajak yang melakukan  pembelian kembali saham sampai dengan 30 September 2020 dianggap tetap memenuhi  persyaratan tertentu untuk memperoleh tarif PPh badan lebih rendah.

Pemberian insentif dan relaksasi di bidang perpajakan, salah satu kebijakan  pemerintah untuk mencegah krisis ekonomi. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban Wajib Pajak (WP) badan dan WP Orang Pribadi (OP) yang terkena dampak wabah Covid-19.

Insentif yang diberikan berupa pembebasan pajak, penurunan tarif pajak, pengurangan beban pajak, dan relaksasi pelayanan pajak.  Secara rinci insentif pajak yang pemerintah berlakukan antara lain Insentif PPh Pasal 21, Insentif PPh Pasal 22 Impor,Insentif Angsuran PPh Pasal 25, Insentif PPN dan Insentif Pajak UMKM.

Selain itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperpanjang batas jatuh tempo pelayanan, penundaan penyampaian surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) OP 1770 maupun penyederhanaan kelengkapan keterangan maupun dokumen yang wajib dilampirkan dalam SPT PPh Badan 1771.

Insentif pajak ini menyasar para pelaku usaha dan pekerja di sektor-sektor usaha yang paling merasakan dampak Covid-19. Pemberian insentif pajak diarahkan pula untuk mendukung penyediaan obat-obatan, peralatan medis, dan sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk mengatasi Covid-19.

Selain insentif pajak, pemerintah juga menetapkan beberapa relaksasi di antaranya Penurunan Tarif PPH Badan, Perpanjangan Waktu Permohonan/Penyelesaian Administrasi Perpajakan, Pemberian Fasilitas Kepabeanan, Pemajakan atas Transaksi Elektronik serta  Perpanjangan Masa Lapor SPT Tahunan Pribadi dan SPT Masa PPN.

Direktorat Jenderal Pajak mengimbau masyarakat untuk dapat mengambil bagian dalam

upaya bersama menghadapi wabah Covid-19. Partisipasi wajib pajak seperti memproduksi

alat-alat kesehatan, atau memberikan donasi baik dalam bentuk uang, barang, ataupun jasa

akan sangat membantu para tenaga kesehatan, pasien, keluarga, dan seluruh rakyat

Indonesia dalam memerangi wabah Covid-19.

Insentifdan relaksasi pajak salah satu langkah utama untuk memulihkan perekonomian akibat wabah Corona. Memasuki masa new normal kini pelaku usaha sudah memulai lagi akitivitas bisnisnya. Meski diizinkan beraktivitasseperti biasanya, pelaku usaha berharap pemerintah tidak terburu-buru mecabut relaksasi pajak yang telah dinikmati  mereka selama ada pandemi Corona.Alasannya, tidak semua pelaku usaha bisa langsung pulih dan bangkit usahanya sejak penerapan new normal. Bahkan, selain relaksasi pajak pengusaha juga berharap pemerintah memberi stimulus ekonomi dari sisi lainnya, seperti diskon listrik.

Virus Corona sudah menjadi musuh bersama. Dengan bergotong royong pemerintah dan wajib pajak, kita berharap ancaman virus Corona di tanah air bahkan di seluruh dunia tidak kian memburuk dan segera berlalu. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Selamat Hari Pajak.(darmanto)

Loading...

loading...

Feeds