BPJAMSOSTEK Bandung Soekarno Hatta Bayarkan Rp57 Miliar Klaim Peserta JHT Korban PHK

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Bandung Soekarno Hatta, Rizal Dariakusumah

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Bandung Soekarno Hatta, Rizal Dariakusumah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK menyatakan, siap membayarkan klaim peserta program Jaminan Hari Tua yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).


Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja menjelaskan, BPJAMSOSTEK siap untuk membayarkan klaim (JHT), baik sepenuhnya atau sebagian untuk peserta program yang telah mengalami PHK.

“Kami siap membayarkan klaim JHT bagi semua peserta berhak yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Pihaknya mencatat selama kuartal I/2020, klaim program JHT mencapai 621.597 pengajuan atau meningkat 10,02 persen secara tahunan (yoy), dengan total manfaat yang dibayarkan senilai Rp7,6 triliun atau meningkat 13,28% (yoy).

“Prosedur layanan ini disebut dengan LAPAK ASIK (Layanan Pengambilan Klaim Tanpa Kontak Fisik), sehingga tetap memperhatikan anjuran pemerintah untuk melakukan pembatasan social (social distancing),” ucapnya.

Adapun prosedur ini telah diterapkan diseluruh kantor cabang dan kantor cabang perintis sejak pemerintah menetapkan kondisi kedaruratan Covid-19 hingga sekarang sampai dengan kondisi darurat ini dicabut oleh pemerintah.

Sebelumnya, berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Ketenagakerjaan, ada sebanyak 1,94 juta pekerja dirumahkan atau terkena PHK akibat terimbas pandemi Covid-19. Angka tersebut berasal dari 114.340 perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.

Wilayah DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan jumlah terbesar pekerja yang dirumahkan, yakni mencapai 449.545 pekerja. Kemudian disusul Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Sementara itu di Bandung, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Bandung Soekarno Hatta, Rizal Dariakusumah mengatakan, bahwa dari Januari 2020 hingga saat ini, pihaknya sudah membayarkan klaim Jaminan Hari Tua sebesar Rp57 miliar untuk 5.240 kasus. Sedangkan untuk Jaminan Pensiun 554 kasus dengan nominal Rp673 juta.

“Memang banyak perusahaan yang terdampak dan banyaknya karyawan yang dirumahkan sehingga meningkatnya tren klaim, JHT khususnya. Kami selalu berusaha memberikan layanan terbaik untuk seluruh peserta, salah satu upayanya buka layanan era new normal yang disebut one to many. Peserta bisa datang langsung ke kantor dengan  aman dan sesuai protocol yang diatur oleh pemerintah,” jelasnya.

“Peserta dilayani di kantor melalui layar monitor dan memakai headphone yg langsung dilayani oleh petugas. Semua ini dilakukan demi mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan kecepatan proses klaim untuk peserta kami,” pungkasnya.

(*/arh)

Loading...

loading...

Feeds