Telur Infertil Dilarang Kementan, Bebas Dijual di Kab. Bandung

Telur ayam HE (hatched egg) seperti telur infertil masih bebas beredar, seperti pedagang di Jalan Gading Tutuka Kec. Soreang Kab. Bandung.

Telur ayam HE (hatched egg) seperti telur infertil masih bebas beredar, seperti pedagang di Jalan Gading Tutuka Kec. Soreang Kab. Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Telur ayam HE (hatched egg) seperti telur infertil masih bebas beredar di pasaran. Padahal, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melarang penjualan telur infertil.


Telur infertil adalah produk buangan atau residu dari breeding ayam broiler atau dari telur-telur yang tidak bisa ditetaskan. Seperti penjualan di Kabupaten Bandung tanpa adanya teguran dan penindakan, sehingga para pedagang makin bertebaran di pinggir jalanan.

Salah seorang penjual telur murah yang namanya enggan disebutkan, mengatakan bahwa dirinya menjual telur seharga Rp. 18.500 per kilogram. Menurut pedagang tersebut, telur yang dijualnya layak untuk konsumsi.

“Kalau tidak layak konsumsi, ngapain saya jual. Telurnya aman kok,” ujar sang penjual telur saat tengah melayani seorang pembeli, Sabtu (20/6).

Selain itu, salah seorang pembeli telur murah, mengatakan bahwa dirinya sudah membeli telur tersebut kemarin. Menurutnya, telur yang dijual memang layak konsumsi. Pembeli tersebut mengaku membeli telur sebanyak tiga kilogram, untuk membuat kue. “Kemaren saya sudah beli, masih bener kok,” katanya pembeli yang juga enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan pemantauan, telur yang dijual dengan harga dibawah pasar tersebut, dari segi tampilan luar memang terlihat mulus. Untuk warnanya sendiri, ada yang berwarna kuning keemasan (seperti telur pada umumnya), dan ada yang berwarna cream hampir putih. Biasaya pedagang telur murah tersebut, menjajakan dagangannya menggunakan mobil.

Loading...

loading...

Feeds