2.150 Pedagang Pasar Baru Bangkrut, Akibat Covid-19 dan Pengelola Kurang Inovatif

Pasar Baru Trade Center

Pasar Baru Trade Center

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekitar 4.300 pedagang Pasar Baru Bandung (Pasar Baru Trade Center) mengalami kerugian bahkan setengah pedagang mengalami kebangkrutan saat pandemi Covid-19 masuk Jawa Barat. Saat normal pengunjung bisa mencapai 20 ribu per hari, namun dengan adanya Corona hanya 10 ribuan orang per hari (setengahnya).


Ditengah pandemi Covid-19 ini, selain diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mempengaruhi pendapatan, hal tersebut juga karena minimnya promosi dari pengurus PD Pasar. Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B), Iwan Suhermawan kepada Pojokbandung, Jumat (5/6/2020).

“Diketahuinya Corona masuk Jawa Barat, pedagang sudah mulai berkurang pendapatannya. Ditambah PSBB, pedagang makin terpuruk bahkan banyaknya yang bangkrut,” ujarnya.

Menurut Iwan, pengelola yang kurang inovatif dalam mempromosikan Pasar Baru juga mempengaruhi kunjungan. Apalagi, adanya Covid-19 malah makin hancur kehidupan para pedagang.

“Pasar Baru itu banyak saingannya seperti pasar modern yang menjual barang yang sama pula. Seharusnya, PD Pasar bisa lebih cermat dan inovatif agar pengunjung tidak berkurang drastis, terlebih akan dibuka kembali Pasar Baru dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Ia menagaskan bahwa, semua pedagang Pasar Baru telah siap serta bersedia untuk menjalankan protokol pencegahan Covid-19 di masa PSBB Proporsional Kota Bandung.

Iwan memahami bahwa, semua aturan yang diberlakukan untuk kebaikan bersama.

“Alhamdulilah sudah ada respon dari Pemkot untuk meninjau, meski ada batasan (jumlah pengunjung, Red) tapi itu wajar. Kami ingin segera dibuka tentu dengan menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” ujar Iwan.

Kemarin, Pemkot Bandung melalui Ketua Harian Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Ema Sumarna yang juga menjabat Sekda Kota Bandung telah melakukan peninjauan ke Pasar Baru.

Iwan mengaku, sebagai pedagang ia khawatir dengan wabah Covid-19, namun ia dan rekan-rekan pedagang lainnya juga lebih khawatir jika usahanya tidak ada kepastian hingga berlarut-larut.

“Insya Allah saya lihat ada kesiapan juga dari pengelola, kalau pengelola siap tapi pedagang tidak siap ya tidak akan berjalan. Karenanya, satu sama lain saling beririsan dan saling berkepentingan,” katanya.

“Sekali lagi kami tegaskan kami sudah mempersiapkan dari mulai pengamanan diri sendiri, seperti penggunaan masker juga handsanitizer. Kami juga siap untuk saling mengingatkan sesama pedagang untuk menjalankan protokol kesehatan, bahkan kami siap mengingatkan para pembeli nantinya. Tolong diingat, kami sadar, kami butuh keuntungan tapi juga butuh keselamatan,” paparnya.

Seorang pengurus HP2B, Sudirman Laweh menambahkan, sebagai bagian dari pedagang ia menyeru agar kewajiban pembayaran service charge atau iuran wajib pedagang bisa ditangguhkan untuk sementara waktu.

Bukan tanpa alasan, kondisi pandemi dirasa sangat menyulitkan pedagang, sehingga beban pembayaran dinilai akan kian memberatkan kondisi saat ini.

“Dalam kondisi seperti ini, kami meminta untuk penangguhan pembayaran service charge. Untuk tiga bulan ke belakang dan dua bulan ke depan. Dengan situasi yang ada pedagang kesulitan untuk membayar iuran tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sekitar 4.300 pedagang di Pasar Baru dengan jumlah karyawan sekitar 1.200 orang, kini hampir 50 persen pedagang mengalami kebangkrutan. Dalam hematnya, jumlah itu menunjukan bukti yang kuat bahwa pedagang di Pasar Baru memang mengalami kesulitan.

“Kami berharap mari kita sampaikan ke Pak Sekda juga bahwa kami minta untuk diputihkan sementara waktu. Dibebaskan dari kewajiban biaya umum itu,” ujarnya.

Selebihnya, senada dengan Iwan, ia berharap pasar baru dapat kembali dibuka. Dalam pelaksanaannya, semua pihak, termasuk sesama pedagang siap saling mengingatkan demi kepentingan dan keselamatan bersama.

“Berharap besar atas kunjungan tadi. Meski persiapan tidak mudah, kami berharap Pak Sekda bisa menilai bahwa persiapan kami sudah layak,” pungkasnya.

(muh/apt/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds