BRSPDSN “Mahatmiya” Bali Salurkan Sembako untuk Zona Merah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Berdasarkan data dari Gugus Tugas Nasional penanganan Covid-19 di Jawa Timur masih terjadi peningkatan  yang signifikan kasus positif  corona. Provinsi ini kini mendapat label zona merah.


Terkait dengan hal itu, Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra “Mahatmiya” secara massif mendistribusikan sembako  ke wilayah tersebut sebanyak 666 paket.

Bantuan sosial sembako ke 13 titik sebaran yakni Kab. Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Probolinggo, Kab. Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kota Blitar, Kab. Blitar, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek dan Kota Kediri.

Menurut  Humas BRSPDSN “Mahatmiya” Bali, Wayan Eka, sejak tanggal 1 – 3 Juni paket pertama  disalurkan sebanyak 90 paket ke Kab. Banyuwangi, 30 paket ke Kab. Jember, 25 paket ke Kab  Bondowoso dan 32 paket ke Kota Probolinggo.

“Menempuh perjalanan malam dari Bali, kami  tiba di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga jam 2 pagi. Kami disambut oleh Kepala Seksi Dinsos PPKB Kab. Banyuwangi, Hasmai,” paparnya .

Eka menambahkan,  penyaluran yang dilakukan Kementerian Sosial melalui Balai Netra “Mahatmiya” Bali  ini sangat dirasakan manfaatnya bagi penyandang disabilitas netra. Seperti yang diungkapkan Karno Dewo, salah seorang penerima  bantuan sembako.

“Alhamdulillah,  saya dapat sembako ini. terima kasih Kemensos telah ada untuk kami,” kata Karno dengan raut muka yang cerah.

Eka memaparkan, perjalanan diteruskan ke Kab. Jember dengan jarak tempuh  waktu kurang lebih 2 jam 30 menit.

“Kami tiba di Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (YTPA) Jember. Disana kami diterima dengan hangat oleh Kepala Sekolah SLB-A TPA Jember, Arida Choirun Nisa. disini kami salurkan 30 paket. 5 diantaranya diserahkan langsung kepada  penerima yang hadir.sisanya diterima oleh pendamping atau  pihak keluarga yang sudah menunggu kami cukup lama.Situasi perjalanan tidak bisa kami prediksi, macet tak bisa kami hindari,” katanya.

Disini, Eka mengutip harapan salah satu penerima bantuan, Zumar Fajar Rafi agar corona bisa cepat berlalu dan dia bisa beraktifitas seperti biasa.

Usai penyerahan Tim langsung menuju titik sebaran ketiga, Kab. Bondowoso.

“Disini pun kami melihat penerima bantuan sudah berkumpul, namun belum menerapkan protokol jaga jarak dan beberapa diantaranya tidak memakai masker. Berbekal masker yang sudah disiapkan, kami bagikan ke penerima bansos yang tidak memakai masker,” katanya.

Diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Syaifudin Syuhri. Sebanyak 25 paket sembako untuk penyandang disabilitas netra disalurkan ditempat ini.

“Dengan balutan kaos berwarna hitam polos, Syaifudin terlihat antusias menyerahkan bansos sembako ke disabilitas netra,” ungkap Eka.

Eka juga mengutip pernyataan Syaifuddin yang mewakili para binaannya.

“Kepedulian Kementerian Sosial terhadap mereka sangat saya apresiasi. Masa pandemi ini mereka kehilangan mata pencaharian sebagai penyedia jasa massage. Sembako ini akan sangat berarti untuk mereka,” ungkap pria berkacamata itu.

Seusai menyerahkan bantuan, tanpa menunggu lama, perjalanan dilanjutkan ke titik sebar terakhir, Kab. Probolinggo.

“Dijalan berliku, truk kontainer pengangkut sembako kami mengalami masalah. Tromol rem  mobil pengangkut sembako  sebanyak 8 ton overheat ! Kondisi  jalanan yang membutuhkan kepakeman rem membuat tromol rem ‘nyerah’. Akhirnya kami harus menepi di sisi jalan, beratapkan bangunan bambu rapuh di tengah hutan belantara. Syukur, setelah sekitar sejam mendinginkan tromol dan melepas lelah, kami dapat melanjutkan perjalanan ke Kab. Probolinggo yang disambut oleh Kabid Relinjamsos Dinsos PPA Kab. Probolinggo, Heny Ananto,” paparnya.

Disini kami salurkan 32 paket sembako yang berisi beras, biskuit regal, minyak goreng, mi instan, sarden, telur, sabun mandi cair dan sabun cuci yang bernilai Rp 300 ribu per paket.

Ananto menekankan ke penerima bantuan untuk menggunakan sembako ini dengan baik. “Saya harap sembako ini bisa membantu kebutuhan hidup sehari-hari Bapak/Ibu di masa susah seperti sekarang. Nanti ingat cap jempol untuk pertanggungjawaban bahwa sudah menerima paket sembako,” pungkasnya.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds

Grab Lebih Baik Patuhi Putusan KPPU

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Grab disarankan berjiwa besar dan bayar denda yang diputuskan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebesar Rp …