Hadapi Lonjakan PHK, BPJAMSOSTEK Siapkan Berbagai Terobosan

PELAYANAN: Petugas BPJAMSOSTEK sedang melayani perserta dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah mengenai standar pencegahan penyebaran virus Covid-19.

PELAYANAN: Petugas BPJAMSOSTEK sedang melayani perserta dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah mengenai standar pencegahan penyebaran virus Covid-19.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada perekonomian Indonesia. Jumlah pekerja yang mengalami PHK diprediksi akan meningkat signifikan. Peningkatan pekerja yang di PHK tersebut secara tidak langsung berimbas pada melonjaknya jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).


Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, Krishna Syarif mengatakan, pihaknya telah siap untuk mengantisipasi lonjakan PHK tersebut.
Ia juga mengerti kondisi yang dihadapi para pekerja yang ter-PHK sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kami pastikan BPJAMSOSTEK tetap beroperasi normal melayani peserta, melalui metode Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik),” paparnya, kemarin.

“Metode Lapak Asik ini sesuai dengan arahan pemerintah terkait kebijakan social dan physical distancing,” sambungnya.

Krishna juga menyatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar Lapak Asik menjadi lebih baik lagi. Salah satu terobosan lain yang digagas untuk menghadapi lonjakan PHK adalah klaim kolektif.

Kata dia, inisiatif ini ditujukan kepada perusahaan dengan skala usaha besar dan menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen pekerjanya karena dampak pandemi Covid-19. Selain itu pihak perusahaan juga harus menjamin validitas data tenaga kerja, sehingga proses klaim dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Krishna menuturkan, ada beberapa tahapan pengajuan klaim JHT secara kolektif. Pertama, perusahaan mengeluarkan surat kuasa resmi untuk penunjukan perwakilan yang akan berkoordinasi dengan petugas BPJAMSOSTEK,

Kedua, perwakilan perusahaan membuat surat pernyataan bahwa tidak akan menyalahgunakan wewenang dalam pengajuan klaim JHT secara kolektif, dan diketahui oleh perusahaan,

Ketiga, masing-masing peserta mempersiapkan semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan, dan menghubungi perwakilan perusahaan yang telah ditunjuk,

Lalu, keempat, perwakilan perusahaan membuat surat pengantar pengajuan klaim JHT secara kolektif, beserta data pekerjanya yang terdiri dari nama, nomor handphone aktif, alamat email aktif, sebab klaim, dan checklist kelengkapan dokumen klaim.

Selanjutnya, kelima, membuat surat berhenti bekerja massal, dengan lampiran data berupa nama pekerja, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta BPJAMSOSTEK, dan periode masa kerja masing-masing pekerja. Kemudian, keenam, pembuat jadwal harian proses pengajuan klaim JHT bagi tenaga kerjanya, dan dikoordinasikan dengan petugas BPJAMSOSTEK.

Krishna menyebut, BPJAMSOSTEK juga telah melakukan simplifikasi prosedur Lapak Asik. Bentuk simplifikasi tersebut antara lain, verifikasi dengan video call hanya dilakukan pada peserta yang datanya masih sangat diragukan. Selain itu dalam upaya meningkatan kapasitas pelayanan di setiap Kantor Cabang,

“BPJAMSOSTEK telah menambah jumlah personel yang bertugas melakukan verifikasi berkas peserta, termasuk memobilisasi dari unit kerja non pelayanan,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Grab Lebih Baik Patuhi Putusan KPPU

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Grab disarankan berjiwa besar dan bayar denda yang diputuskan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebesar Rp …

Wabah Masih Melanda, Sekolah Hendak Dibuka

WABAH Covid-19 yang melanda dunia belumlah usai, keberadaannya seolah tak mampu terkalahkan meskipun dunia melakukan perlawanan yang demikian gencar. Mulai …

Kejari Resmi Tahan Vicky Prasetyo

Presenter Vicky Prasetyo resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (7/7). Vicky Prasetyo yang menjadi tersangka kasus pencemaran …