Lucky Niatkan Rutin Bayar Iuran JKN-KIS untuk Bantu Sesama

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Tidak ada satu pun manusia yang tahu tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Manusia boleh berencana tetapi Tuhan lah yang menentukan. Tapi meskipun begitu, manusia tetap harus berusaha untuk mengantisipasi berbagai hal, baik itu yang sudah diperkirakan maupun diluar perkiraan.


Begitupun sakit yang pastinya sangat merugikan, sekecil apa pun penyakit tersebut. Karena itu, siapa pun tidak ada yang mau merasakan penyakit. Namun penyakit bisa datang kepada siapa saja.
Untuk itulah penyakit harus diantisipasi baik melakukan pencegahan dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, maupun menyiapkan pembiayaan jika suatu waktu dibutuhkan.

Dalam hal biaya, yang dapat mengantisipasi soal pembiayaan yang tidak pasti ialah program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Hal tersebut yang dilakukan oleh salah satu peserta BPJS Kesehatan, Lucky Aldiano Putra (42).

Ia mengaku tidak pernah memakai kartu BPJS Kesehatannya. Ia bersyukur karena selalu diberi kesehatan. Namun peserta JKN-KIS yang berdomisili di Cimahi ini setuju jika BPJS Kesehatan sebagai bentuk antisipasi terhadap pembiayaan yang tidak pasti dari suatu penyakit. Sebab yang namanya manusia tak lepas dari sehat dan sakit.

“Ikut program JKN-KIS penting juga buat antisipasi, ibaratnya sedia payung sebelum hujan lah. Meski tentunya tidak mengharapkan sakit, BPJS Kesehatan menurut saya adalah penyelamat dan penolong yang dapat diandalkan jika terjadi hal-hal medis yang tidak diinginkan,” kata Lucky.

Lucky sendiri menjadi peserta program JKN-KIS sudah sejak 2015 dan memilih kelas satu dengan fasilitas kesehatan terdaftar di salah satu klinik pratama di Kota Cimahi. Selama itu pula hingga saat ini, ia tetap rajin membayar iuran. Menurutnya, membayar iuran BPJS Kesehatan secara rutin penting karena ada nilai sosialnya, yakni membantu peserta BPJS Kesehatan yang lain yang membutuhkan penanganan medis.

“Bagi saya, kesehatan itu sangat mahal dan tidak bisa dinilai dengan uang. Dengan jadi peserta aktif JKN-KIS yang sehat, saya senang bisa menolong orang-orang yang sakit, terlebih orang sakit itu tidak memiliki biaya. Saya justru sangat bersyukur bahwa saya dan keluarga tidak pernah sakit dan malah melalui iuran yang saya bayarkan, saya bisa sedikit menolong peserta JKN-KIS yang sedang sakit,” tambah pria yang bekerja sebagai seorang konsultan ini.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS, selain untuk berjaga-jaga ketika sakit sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya setidaknya masyarakat patuh terhadap peraturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah agar mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.

“Jika hanya mengandalkan peserta yang sakit untuk membayar, maka mungkin iuran itu tidak cukup untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta yang sakit. Untuk itu peserta yang sehat juga harus tetap rutin membayarkan iuran,” tutup Lucky.

(ymi)

Loading...

loading...

Feeds

Idul Adha, Telkomsel Serahkan 777 Hewan Kurban

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA–Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, Telkomsel memberikan bantuan 777 hewan kurban yang akan disalurkan kepada sekira 43.000 penerima …

Hadirkan Popok Dewasa Berkapasitas Besar

POJOKBANDUNG.com – SEIRING dengan meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia yang mencapai 66 tahun, maka terjadi juga peningkatan pada jumlah lanjut …

Kilang Cilacap Pastikan Pasokan BBM Aman

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap memastikan supply produk bahan bakar minyak (BBM) dari kilang miliknya …