Kluster Baru Pasar Antri Cimahi, 4 Orang Positif Corona, 50 Lainnya Tunggu Hasil Swab

Mobil Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menyemprotkan cairan disinfektan pasca kasus empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Antri Cimahi.

Mobil Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menyemprotkan cairan disinfektan pasca kasus empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Antri Cimahi.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kluster baru muncul di Pasar Antri Kota Cimahi pasca kepadatan pasar oleh pengunjung sebelum lebaran. Empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil swab, sementara 50 lainnya masih menunggu hasilnya.


Mobil Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menyemprotkan cairan disinfektan pasca kasus empat orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Antri Cimahi.

Dua dari 4 warga Cimahi yang positif corona itu merupakan pedagang di Pasar Antri Kota Cimahi.

Dua pedagang yang terkonfirmasi positif adalah seorang wanita berusia 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah dan satu orang lagi seorang laki-laki warga Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menyebut, dua orang pedagang yang dinyatakan positif corona itu menjadi bukti kemunculan Klaster Pasar Antri. Keduanya saat ini sudah dibawa ke RSUD Cibabat, untuk menjalani perawatan.

“Ada empat positif, dua pedagang di Pasar Antri dan dua lagi warga Cibabat, bukan pedagang. Sekarang sudah ditangani, ada yang dirawat di RSUD Cibabat dan di RS Santosa,” ujar Chanifah saat dihubungi, Minggu (24/5/2020).

Saat ini Dinkes Kota Cimahi melakukan tracing kontak erat terhadap dua pasien yang merupakan pedagang kelontong dan bumbu di Pasar Antri. Tracing sendiri dilakukan lantaran keduanya masih beraktivitas hingga hasil swab test keduanya keluar pada Sabtu (23/5) kemarin.

“Kita tracing mereka, siapa saja pedagang dan pembeli yang kontak erat dengan pasien positif itu. Dipastikan akan lebih banyak yang positif, makanya kita pasar pemberitahuan agar yang merasa kontak dengan dua orang itu langsung menghubungi Dinkes untuk swab test,” bebernya.

Chanifah menerangkan, hingga saat ini, belum seluruhnya hasil tes swab di Pasar Antri keluar seluruhnya. Dinkes Cimahi masih menunggu sisa hasil swab test sebanyak 50 pedagang yang melakukan tes pada Jumat (15/5) lalu.

“Jadi yang pertama kami terima hasil swab testnya itu pasien asal Setiamanah. Jadi masih banyak sisa hasil swab test pedagang Pasar Antri yang belum keluar. Sekarang baru keluar sebagian, dan sedang kita pilah mana yang pedagang dan masyarakat umum,” sebutnya.

Pihaknya juga akan melakukan penelusuran darimana pasien-pasien tersebut terpapar COVID-19. “Kita belum tahu juga dari mana sumber paparan COVID-19 mereka. Nanti akan diketahui setelah wawancara dengan yang bersangkutan,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 makin meluas, kata dia, Pemerintah Kota Cimahi akhirnya memutuskan menutup operasional Pasar Antri selama 14 hari ke depan.

“Kita harus lakukan sterilisasi pasar dan kios. Sambil melakukan tracing pedagang. Sekalipun yang positif hanya 1, tapi pasar pasti tetap akan ditutup,” pungkasnya.

(apt/Pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Grab Lebih Baik Patuhi Putusan KPPU

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Grab disarankan berjiwa besar dan bayar denda yang diputuskan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebesar Rp …