Geliat Bisnis UMKM Alumni Unpad Makin Berkembang

DR. Ary Zulfikar, SH, MH. Direktur Eksekutif  Hukum, LPS/ Calon Ketua Alumni Unpad saat Bincang Santai  UMKM Alumi Unpad melalui webinar.

DR. Ary Zulfikar, SH, MH. Direktur Eksekutif Hukum, LPS/ Calon Ketua Alumni Unpad saat Bincang Santai UMKM Alumi Unpad melalui webinar.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Saat ini pemerintah melalui Kementerian Koperasi sedang merancang program-program terhadap pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan oleh Fiter Silaen , Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran Kementerian Koperasi dan UMKM dalam “Bincang Santai UMKM Alumi Unpad” melalui webinar.


Acara tersebut juga menghadirkan calon ketua Alumni Unpad, Dr Ary Zulfikar SH, MH dengan moderator Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, SH, MKn, MH, seorang Pengamat dan Penggiat UMKM.

Fiter menambahkan Pemerintah mendorong agar UMKM meningkatkan produknya, perlindungan hukum, standarisasi, sertifikasi dan perluasan akses pasar khususnya ke luar negeri.

“UMKM jangan terpaku memasarkan produk di dalam negeri namun berorientasi eskpor, untuk marketing dan pemasaran bisa melalui expo, diaspora yang di luar negeri bisa dimanfaatkan menjadi market intelijen sehingga UMKM akan semakin berkembang dan memiliki daya saing yang kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ary Zulfikar yang juga menjadi inisiator pengembangan UMKM berbasis alumni menyampaikan perkembangan yang sangat menggembirakan dari geliat bisnis UMKM yang digagasnya. Sebagai salah seorang calon Ketua IKA Alumni Unpad, ia menawarkan program mengembangkan potensi bisnis UMKM berbasis alumni.

Sejak dideklarasikan UMKM Alumni Unpad pada tanggal 22 Februari 2020, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan pendataan produk produk UMKM alumni, dan sekarang ada sekitar 200 produk UMKM yang dalam media sosial instagram .

“Jumlah yang mendaftarkan produk untuk dipromosikan melalui instagram UMKM alumni semakin bertambah dari hari ke hari, dengan produk yang sangat beragam dan berkualitas,” jelas pria yang akrab dipanggil Azoo.

Pihaknya sangat optimis, jika potensi produk UMKM dikelola dengan baik, maka bisnis UMKM bisa berkembang. Dari update harian instagram yang menampilan produk UMKM, jumlah visitornya juga terus meningkat.
“Dalam 7 hari terakhir ini laman instagram yang menampilkan produk UMKM dikunjungi 1000 orang,” jelas Ary Zulfikar.

Karena itu untuk semakin mengembangkan bisnis UMKM, pihaknya menggagas aplikasi tunggal alumni ID pada tanggal 31 Maret 2020. Tujuannya adalah untuk memperkuat jejaring alumini, sehingga pembentukan pasar bersama sebagai tempat memasarkan mempertemukan penjual dan pembeli bisa diwujudkan.

Selain itu, Ary juga menambahkan dalam proses pendataan produk alumni, ternyata ada pelaku UMKM Alumni Unpad yang telah berhasil menembus pasar Internasional. Bahkan kami juga ditawarkan Kerjasama untuk memenuhi kebutuhan pasokan kopi, teh, produk pangan dan fashion ke Australia dan Maroko.

Untuk mewujudkan Kerjasama tersebut, UMKM yang kami bina ini juga difasilitasi Kantor di Melbourne. Sebenarnya terbuka kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produknya ke Timur Tengah. Kami akan mencoba untuk memfasilitasi pelaku UMKM, khususnya cluster yang kami bina untuk menembus pasar internasional.

Aplikasi tunggal ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi besar dimana alumni bisa mengembangkan jejaring, info karir, market place, alumni TV, Barcode Alumni ID dan Info Kampus. Dari platform digital juga diharapkan dapat mendorong pasar bersama semakin besar dan berkembang dengan berbasis kekuatan alumni yang tersebar tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri.

“Kita tidak hanya mengumpulkan produk, namun juga memberikan pelatihan dan pembinaan, misalnya bagaimana packaging-nya, promosi, marketingnya, serta perlindungan legal hukumnya, sehingga produk UMKM yang tampil benar benar produk yang berkualitas,” jelas Ary Zulfikar.

Sementara Dewi Tenty Septi Artiany selaku penggiat UMKM mengatakan pentingnya strategi marketing dan manajemen branding.

“Lebih mudah mengelola one branding dengan sistem merek kolektif, yaitu satu merek yang dikelola bersama-sama dan dijalankan oleh manajemen yang baik,” jelasnya.

Menurutnya dengan sistem yang terbentuk dalam satu wadah/kelompok usaha bersama seperti sistem koperasi akan semakin mudah untuk mengembangkan produk. Dimana salah satu program pemerintah yaitu sebagai Buffer dan Penyokong, juga dalam pengadaan dana di LPDB, yang memberikan stimulus kepada Koperasi, yang bahkan hingga sebesar 1,8 triliun bagi Koperasi Simpan Pinjam.

“Tentunya akan membawa para pelaku UMKM semakin maju dan memiliki potensi untuk memiliki kesempatan bisnis yang lebih baik,” pungkas Dewi.

(pra)

Loading...

loading...

Feeds