Duh! Wabah Covid-19 Diperpanjang Hingga Tahun 2024, Ini Penyebabnya

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pengaruh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dianggap signifikan dalam menekan kasus dan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat (Jabar).


Epidemiologist Unpad, dr. Pandji Fortuna Hadisoemarto menyatakan, telah melakukan pemodelan berupa membuat simulasi bagaimana Covid-19 menyebar di Jabar dengan berbagai skenario.

Jika PSBB dilonggarkan, maka dikatakannya, epidemi virus diprediksi akan berlangsung hingga tahun 2024.
Sehingga, kebijakan PSBB harus dilakukan secara ketat untuk mempercepat selesainya wabah Covid-19 dalam satu bulan. Kalau PSBB dilonggarkan, sedikit saja, akan terjadi ledakan kasus yang besar.

“Yang pertama skenario dengan kondisi seperti sekarang, nampaknya walaupun PSBB berhasil menurunkan transmisi, tetapi masih ada sisa transmisi yang menyebabkan kita masih melihat ada kasus kasus baru setiap hari,” terang Pandji dalam siaran pers daring, Rabu (13/5).

“Kalau ini berjalan terus, kita berpotensi mengalami wabah ini sampai pertengahan tahun atau awal tahun 2024. Jadi waktunya cukup lama, yang sakit bisa jutaan orang,” urainya.

Kebijakan pelonggaran PSBB Jabar sendiri akan disesuaikan dengan tren kasus Covid-19 dan hasil kajian epidemiologi, agar relaksasi pembatasan sosial yang tujuannya mengembalikan aktivitas secara perlahan dapat berjalan seperti biasa dan ekonomi kembali bergairah bisa terukur.

Di sisi lain, Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan segera memetakan kasus virus berdasarkan daerah saat PSBB Jabar berakhir. Sejauh ini, ada 63 persen wilayah Jabar yang memungkinkan untuk dilakukan relaksasi atau pelonggaran PSBB.

Sedangkan 37 persen wilayah lainnya masih perlu diwaspadai karena pergerakan data Covid-19 di daerah itu belum dinilai aman. Rata-rata berada di daerah perkotaan.

Berdasarkan evaluasi sepekan PSBB Jabar, jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit mengalami penurunan. Dari rata-rata 430 pasien pada April menjadi 350 pasien. Tingkat kematian juga dilaporkan turun. Dari rata-rata 7 pasien meninggal per hari menjadi 4 pasien. Sementara tingkat kesembuhan naik hampir dua kali lipat.

“Bulan lalu kasus per hari 40-an. Minggu lalu menjadi 28, sekarang 21. Kalau minggu depan konsisten berada di bawah 20, kami akan mendefinisikan (Covid-19) terkendali, sehingga tinggal ditesting dan dilacak. Ekonomi pun berjalan dengan jaga jarak dan protokol kesehatan,” urainya.

Kebijakan relaksasi pembatasan sosial harus diterapkan secara hati-hati dan penuh perhitungan dengan mengkaji semua aspek. Mulai dari kesehatan, ekonomi sampai sosial.

(muh/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Grab Lebih Baik Patuhi Putusan KPPU

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Grab disarankan berjiwa besar dan bayar denda yang diputuskan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebesar Rp …

Wabah Masih Melanda, Sekolah Hendak Dibuka

WABAH Covid-19 yang melanda dunia belumlah usai, keberadaannya seolah tak mampu terkalahkan meskipun dunia melakukan perlawanan yang demikian gencar. Mulai …