Tingkatkan Mutu Layanan Peserta JKN-KIS Melalui Monitoring dan Evaluasi KBK

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Guna meningkatkan mutu pelayanan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktek perorangan yang bekerjasama,BPJS Kesehatan Cabang Cimahi telah menerapkan sistem pembayaran Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK).


Agar implementasi sistem tersebut dapat berjalan optimal, secara rutin monitoring dan evaluasi pun selalu dilakukan melalui rapat pembahasan dengan mengundang pemangku kepentingan terkait. Mengingat masa pandemi Covid-19 dan memperhatikan protokol kesehatan maka kegiatan monitoring dan evaluasi KBK triwulan I digelar secara daring melalui video conference, Rabu (29/04/20).

Video Conference yang dibuka oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Sri Wahyuningsih dan didampingi oleh Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Dian Arnaz  serta Kepala Kantor Kabupaten Bandung Barat Bellza Rizki Ananta ini juga diikuti oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) TKMKB dan Asosiasi Klinik (Asklin) dan FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Cimahi.

Penyelenggaraan kegiatan dengan metode daring ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan para pihak untuk tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan tetap mematuhi protokol selama masa Covid-19 yaitu dengan tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang serta menjaga jarak satu sama lain atau physical distancing. Dalam acara ini FKTP juga diingatkan kembali terkait dengan komitmen pelayanan yang harus dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada peserta.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi FKTP yang mempunyai penilaian KBK belum optimal  agar termotivasi dan meningkatkan  pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS sesuai komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama. Kami ingin peserta JKN-KIS puas ketika mendapat pelayanan di faskes, oleh karenanya kami secara rutin terus berkoordinasi dan memberi evaluasi kepada seluruh FKTP,” ujar Sri.

Sementara itu Ketua TKMKB Kota Cimahi Zakaria berharap agar FKTP dapat memaksimalkan pelayanan dan tetap dapat menjaga kualitas layanan walaupun tanpa kontak langsung dengan peserta. Ia juga mengapresiasi kebijakan yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam melaksanakan kegiatan melalui video conference dalam masa pandemi Covid-19 ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk tetap meningkatkan kualitas layanan peserta.

“Tidak dipungkiri bahwa di tengah masa pandemi Covid-19 ini di FKTP khususnya yang terdampak konsekuensi KBK mengalami penurunan, khususnya di angka kontak. Pesan saya agar tenaga kesehatan selain tetap memberikan pelayanan optimal kepada peserta juga memperhatikan keselamatan tenaga kesehatan melalui kelengkapan sarana Alat Pelindung Diri dan protokol kesehatan,” ujar Zakaria.

Ke depan FKTP sebagai ujung tombak sekaligus sebagai gate keeper dalam pelayanan kesehatan di masyarakat harus terus meningkatkan kompetensi baik SDM maupun sarana dalam mendukung sistem KBK ini. Karena jika salah satu indikator tidak terpenuhi akan berdampak pada peserta, rumah sakit dan FKTP itu sendiri.

“Penilaian terhadap FKTP melalui sistem KBK dilihat berdasarkan pencapaian indikator yang meliputi beberapa aspek yaitu angka kontak, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik, kompetensi yang ada di FKTP tersebut, dan indikator terakhir yaitu rasio peserta prolanis. Kami juga berharap agar FKTP dapat mengimplementasikan sistem antrean elektronik untuk menghindari penumpukan antrean di FKTP,” tutup Sri.

(dh)

Loading...

loading...

Feeds