Lewat 24 April, Pemudik Wajib Karantina Mandiri

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta warga untuk saling menjaga lingkungan di tengah pandemi wabah Covid-19. Salah satunya memantau aktivitas tetangga yang baru pulang dari luar kota (mudik). Hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal Wuhan, China tersebut.


“Kami meminta warga memantau tetangganya yang pulang mudik. Karena, hanya tetangga yang tahu persis keadaan di sekitar. Kalau RW apalagi kami (Pemkot), mungkin tidak akan tahu persis,” ujar Walikota Bandung, Oded M. Danial, kepada wartawan, Rabu (22/4/2020).

Oded mengatakan, tetangga wajib mengingatkan agar pemudik mau mengkarantina mandiri selama 14 hari.
Dengan larangan mudik yang dikeluarkan Presiden Jokowi, Oded juga mengatakan pihaknya memberlakukan larangan yang sama.

Meski demikian, Oded mengaku pihaknya tidak mungkin melakukan pemantauan satu-satu secara menyeluruh.

“Pemantauan paling efektif, ya oleh tetangga dan warga sekitar,” tuturnya.

Namun, jika ada yang sudah terlanjur datang, Oded mengatakan tidak mungkin jika harus memulangkan mereka ke kota asal.

“Kalau sudah terlanjur mudik, tidak mungkin disuruh balik lagi. Ya sekarang yang penting edukasi dan kesadaran masyarakat sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Camat Andir Enjang Mulyana, pemantauan pemudik bisa dilakukan di tingkat RW, karena ada anggota gugus tugas di sana.

“Mereka bertugas memantau kondisi warganya. Terkait penyebaran virus Covid-19. Selain itu dengan adanya aturan 1×24 jam tamu wajib lapor memudahkan pemantauan pendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pemudik dari Bogor ke Tasik, yang melalui titik Checkpoint di Cibeureum, Lukman (33) mengakui dirinya sengaja mudik sebelum larangan mudik diberlakukan pada 24 April 2020.

“Kan tidak boleh mudiknya tanggal 24 nanti. Jadi sekarang masih bisa,” katanya.

Lukman mengatakan, sebagai konsekuensi dirinya siap untuk mengkarantina diri di rumah, jika nanti sudah sampai ke kota tujuan.

“Ya saya siap (mengkarantina mandiri selama 14 hari),” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …