Banjir Bandang di Tengah Corona, 834 Warga KBB Tolak Ngungsi

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Banjir bandang nyaris menenggelamkan 203 rumah warga di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (29/3/2020) pukul 17.00 WIB. Sebanyak 834 jiwa mulai khawatir dengan wabah Corona, karena beberapa warga ada yang mengungsi padahal pemerintah melarang ada massa atau warga berkumpul di satu lokasi.


Seperti dirasakan Adi Sutiyah, 29, Warga Desa Mekarsari Kecamatan Ngamprah KBB yang lebih memilih tetap bertahan di rumah. “Saya tidak mengungsi, karena rumah berlantai 2. Jika banjir nyampai lantai atas, pasti ngungsi,” ujarnya kepada Pojokbandung, Senin (30/3/2020).

Adi tidak menginginkan banjir itu terjadi lagi, sebab harus membersihkan rumah setiap banjir dan harus kontak fisik dengan warga lain atau berkumpul di satu titik, terlebih di tengah wabah Corona.

“Waduh! kalau ngungsi, saya nggak mau. Lebih baik di rumah. Takut tertular Corona. Kan anjuran pemerintah hindari keramaian, lokasi pengungsian pasti ngumpul banyak orang,” tandasnya.

Senada dengan Deni Andri, 37, warga Kampung Lebaksari Kecamatan Ngamprah mengaku, tidak akan meninggalkan rumah di saat Covid-19 masih mewabah. Ia lebih memilih membersihkan rumah yang kebanjiran.

“Saya membersihkan rumah tapi tetap jaga jarak sama tetangga dan menghindari kerumunan. Kalo ngungsi, saya pasti gak mau. Anjuran pemerintah untuk hindari kerumunan. Kalo terpaksa ngungsi, lebih baik ke rumah keluarga yang sedikit penghuninya,” katanya.

Loading...

loading...

Feeds

New Normal, Ini Manfaat Sistem HRIS bagi Perusahaan

POJOKBANDUNG.com–BELAKANGAN pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan pemberlakuan aktivitas new normal pasca PSBB.  New normal sendiri adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan …