Gemesss! Rapid Test Corona Camat Baleendah Bandung Diwakilkan Anak Buahnya, Stadion Jalak Harupat Mendadak Gaduh

DSC_0243

DSC_0243

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG –Tes masif virus Corona (Covid -19) untuk 173 orang di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung mendadak heboh dan bikin gemes para petugas kesehatan setempat, Sabtu (28/3/2020). Pasalnya, Camat Baleendah Meman Nurjaman malah mewakilkan anak buahnya untuk menjalani rapid test meski surat edaran bupati sudah dilayangkan kepadanya.


Salah seorang petugas Satpol PP kecamatan (anak buah Camat Baleendah, red) itu membawa surat undangan milik pimpinannya. Kontan, petugas kesehatan dan keamanan pun heran serta tercengang. Petugas Satpol PP Kabupaten Bandung langsung memintanya pulang dan memberikan pengertian.

“Saya hanya diperintahkan Pak Camat agar mewakilinya datang dalam kegiatan Test Rapid Corona,” kata petugas Satpol PP Kecamatan Baleendah di lokasi, Sabtu (28/3/2020).

Lantas Kasi Trantib Satpol PP Kabupaten Bandung, Toni Hidayat dengan tegas mengatakan kegiatan ini tidak bisa diwakili karena akan dilakukan check darah. Rapid Test ini tidak bisa diwakili oleh siapa pun, karena bersifat privasi. Camat harus mau mengikuti aturan tersebut jangan menunjuk stafnya untuk mewakilinya.

“Rapid Test Corona ini untuk kepentingan dirinya, karena akan dilakukan check langsung. Masa yang diundang Camat yang datang Kanit Satpol PP Kecamatan,” ujarnya.

Toni meminta kepada Asep untuk segera melakukan pemberitahuan kepada pimpinannya (Camat Baleendah, red) karena tes ini sangat penting dilakukan. “Dan harus datang sendiri, jangan asal main diwakili saja,” tegasnya.

Toni menambahkan, ada tiga ring yang dijaga ketat aparatur, Ring 1 di VIP oleh Dinkes, Ring 2 Dinkes oleh Polri, dan Ring 3 oleh TNI dan Satpol PP.

Jumlah keseluruhan pengamanan, polisi 125 personil, 23 personil Satpol PP, dan TNI 20 orang personil,” kata Toni dilokasi.

“Jadi ini cenderung bersifat privasi sehingga tidak bisa dilihat orang luar,” ujarnya.

Pemeriksaan dengan kategori B tersebut berasal dari PNS, TNI-Pori, DPRD, anggota Polresta Bandung, personel Kodim, Kejari Depag serta petugas yang mempunyai aktivitas tinggi dan petugas pelayanan publik yang erat dengan kasus positif.

(apt/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds