Keputusan Lockdown, Walikota Tegal Siap Dibenci

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono (kanan)

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono (kanan)

POJOKBANDUNG.com, TEGAL – Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono siap dibenci karena keputusannya melakukan lockdown yang diberlakukan pada 30 Maret – 31 April 2020. Meski bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat, orang nomor satu di kota Warteg ini tak ingin warganya mati karena virus Corona (Covid-19).


“Ini adalah pilihan yang pahit dan saya juga dilema. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka,” ujar Dedy Yon Supriyono, saat melakukan jumpa pers di Pendapa Balai Kota Tegal, Kamis (26/3/2020).

Local lockdown tersebut akan dilakukan mulai 30 Maret sampi 31 Juli 2020 mendatang. Sehingga, pihaknya hanya membuka jalur provinsi dan nasional.

“Seluruh perbatasan akan ditutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk,” tegas Dedy Yon.

Diketahui, seorang pasien laki-laki berusia 34 tahun asal Tegal dinyatakan positif virus corona. Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal mulai menjadi PDP RSUD Kardinah pada 16 Maret lalu. Pasien mengeluh demam, batuk, pilek, sesak napas, dan diare.

Dalam video jumpa pers yang diunggah YouTube Odhay Official, Dedy Yon menjelaskan PDP itu baru saja pulang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Saat di Jakarta, pasien menggunakan kereta api untuk kembali ke Tegal.

(bbs)

Loading...

loading...

Feeds