BPJAMSOSTEK Salurkan 63.000 Masker dan 2.720 Botol Hand Sanitizer pada Pekerja

BANTUAN: BPJAMSOSTEK salurkan bantuan berupa masker dan hand sanitizer kepada Pekerja di Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebagai upaya pencegahan mewabahnya virus corona (Covid-19). (foto: ist)

BANTUAN: BPJAMSOSTEK salurkan bantuan berupa masker dan hand sanitizer kepada Pekerja di Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebagai upaya pencegahan mewabahnya virus corona (Covid-19). (foto: ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Merebaknya virus corona (Covid-19) di beberapa negara termasuk Indonesia, mengakibatkan tingginya permintaan masker dan hand sanitizer. Imbasnya, kedua barang tersebut mengalami kenaikan harga di pasaran.


Dalam upaya mendukung pemerintah menanggulangi penyebaran virus tersebut, BPJAMSOSTEK menyalurkan bantuan berupa masker dan hand sanitizer. Bantuan tersebut diberikan kepada Pekerja di Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Korea Selatan, Hong Kong dan Taiwan.

“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab kami untuk memberikan perlindungan bagi pekerja Indonenesia, sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19,” ujar Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto, Kamis (26/3/2020).

Dalam penyalurannya, kata Agus, BPJAMSOSTEK bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Luar Negeri yang dilakukan sejak Februari lalu. Hingga saat ini secara total BPJAMSOSTEK telah menyalurkan 63.000 masker dan 2.720 botol hand sanitizer atau senilai Rp588 juta.

Meski sudah terlindungi oleh masker dan hand sanitizer, Agus kembali menghimbau, kepada pekerja untuk tetap melakukan social distancing dan beraktivitas di dalam rumah (work from home), seperti yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

“Semoga wabah ini cepat berlalu, ekonomi Indonesia segera pulih dan pekerja dapat beraktivitas kembali,” pungkasnya.

(muh)

 

Loading...

loading...

Feeds

PTM Terbatas Harus Fokus pada Hal Esensial

POJOKBANDUNG.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu berfokus pada hal …