Dua Warga KBB Positif Corona, Seorang Pendeta Meninggal dan Istrinya Dirawat di RSHS, Puluhan Jemaat ODP

Mewabahnya virus corona dimanfaatkan penyebar hoaks.

Mewabahnya virus corona dimanfaatkan penyebar hoaks.

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Seorang pendeta di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninggal dunia karena mengidap Covid-19. Sebelumnya, ia sempat mengikuti kegiatan keagamaan di Lembang Asri, sehingga jemaat yang hadir pun dinyatakan ODP (Orang dalam Pemantauan) bahkan dua orang dinyatakan positif Corona.


Pasien tersebut merupakan seorang pendeta asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, KBB. Istri dari seorang pendeta itu juga dinyatakan positif dan dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sedangkan jemaat satunya lagi yang positif Corona merupakan warga Kota Bandung yang berprofesi dokter di RSUD Lembang.

“Kita punya pasien positif (COVID-19) 2 orang di Desa Cihanjuang, Parongpong KBB. Yang Pendeta satu meninggal dunia, satunya lagi istrinya yang saat ini diisolasi di RSHS Bandung,” beber Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Nanang saat dihubungi, Rabu (25/3).

Nanang menjelaskan, dari riwayat perjalananya, pasien sempat mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar di Lembang Asri, Kabupaten Bandung Barat. Selain istri pendeta yang terpapar, jemaat lainnya yang mengikuti kegiatan itu juga ikut terinfeksi positif.

Nanang mengungkapkan, jemaat yang terinfeksi merupakan seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang.

“Iya. Dokter yang bekerja di RSUD Lembang jemaatnya dia, cuman dokter itu beralamat di Kota Bandung,” kata Nanang.

Nanang menyebutkan, dari kegiatan keagamaan di Lembang Asri itu, tidak sedikit warga yang terpapar. Saat ini, petugas medis masih melakukan penelusuran jemaat yang hadir. Jemaat yang hadir di kegiatan keagamaan di Lembang Asri akan dilakukan tes cepat atau rapid test.

“Acara yang di Lembang Asri memang banyak yang terpapar di sana. Sekarang sedang diidentifikasi orang-orangnya. Nanti akan langsung kita rapid test,” ungkapnya.

“Dinyatakan ODP semua yang ikut acara itu. Tindakan sementara, lokasi acara itu sudah disemprot disinfektan,” tukasnya.

Dari hasil penelusuran Dinkes KBB, menurut Nanang, pendeta tersebut memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Di tengah pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia, pendeta tersebut masih sempat berkunjung ke negara terjangkit.

“Pendeta itu memang mobilitasnya tinggi. Dia pernah ke luar negeri ke Israel. Yang bahayanya, jemaat yang hadir di acara itu ikut tertular bahkan ada yang meninggal juga,” imbuhnya.

Update sementara, Nanang menyampaikan di Kabupaten Bandung Barat per Selasa (24/3) ada 72 orang terdampak. Rinciannya, 67 ODP, 3 PDP dan 2 Positif COVID-19.

“Sekarang PDP ada 3. Satu pasien sudah selesai dipantau dan dinyatakan negatif. Yang dua lagi masih pengawasan. Semuanya ada 72 orang per hari ini. ODP meningkat menjadi 67 orang,” sebutnya.

(apt/Pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds