Tawarkan Lab Biomedik untuk Uji Sampel

Universitas Andalas (Unand) Padang menawarkan Laboratorium biomedik yang mereka miliki untuk digunakan sebagai tempat uji sampel pasien Covid-19. (ist)

Universitas Andalas (Unand) Padang menawarkan Laboratorium biomedik yang mereka miliki untuk digunakan sebagai tempat uji sampel pasien Covid-19. (ist)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Lokasi uji sampel pasien terpapar virus korona masih terbatas di Tanah Air. Hal itu membuat informasi tentang seorang dinyatakan positif atau tidaknya relatif memakan waktu.


Kini, Universitas Andalas (Unand) Padang menawarkan Laboratorium biomedik yang mereka miliki untuk digunakan sebagai tempat uji sampel pasien Covid-19. “Sarana prasarana serta sumber daya manusia kami sudah memadai. Setidaknya untuk diagnosis awal COVID-19, hasilnya bisa diketahui positif atau negatif,” ujar Rektor Unand Yuliandri di Padang belum lama ini.

Yuliandri mengklaim, hasil labor uji sampel korona ini bisa didapatkan 24 jam. Sehingga, pemerintah daerah atau pihak terkait bisa lebih cepat mengambil kebijakan dalam penanganan pasien suspect korona. “Ini sekaligus bentuk pengabdian Unand untuk masyarakat Sumbar,” katanya.

Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit mengapresiasi langkah dari pihak Unand. Nasrul Abit mengaku akan menjembatani agar laboratorium Unand bisa segera mendapatkan legalitas dari Litbangkes Kementerian Kesehatan. Supaya, bisa dimanfaatkan menguji sampel pasien korona.

Selama ini pengujian sampel dilakukan satu pintu. Namun karena sampel seluruh Indonesia masuk ke situ, Litbangkes Kemenkes juga kewalahan. Untuk mengetahui hasil sampel pasien suspect coronavirus dari Litbangkes, minimal butuh waktu empat hari. Bahkan bisa lebih.

Yuliandri menyebut, berdasar surat edaran Dirjen Dikti, Kota Padang tidak termasuk daerah yang dianjurkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Meski begitu, Unand tetap membuat langkah antisipasi. Yakni, dengan pelaksanaan proses perkuliahan tatap muka dengan pembelajaran daring. “LPTIK dan LP3M akan mendukung pelaksanaan perkuliahan daring,” kata dia.

Kemudian terkait dengan kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan banyak orang seperti seminar, konferensi, pertemuan ilmiah, workshop, pelatihan hingga lomba, untuk sementara ditunda sampai ada ketentuan lebih lanjut.

“Kegiatan acara ilmiah dan seremonial seperti kuliah umum, acara ilmiah, yudisium, ujian terbuka hingga wisuda ditunda sementara waktu,” kata dia.

Respons lainnya dari Unand yakni membentuk tim kewaspadaan pandemi COVID-19. Tim itu dipersiapkan untuk memberi informasi terkait dengan COVID-19 di Unand. Bagi seluruh civitas akademika, rektor juga menangguhkan semua perjalan dinas ke luar provinsi hingga situasi kondusif, dan terkontrol.

Yuliandri meminta seluruh warga kampus, baik dosen, mahasiswa dan elemen lainnya untuk mengisolasi diri, jika flu dan batuk. Bagi yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan ditengarai terjangkit, agar melakukan pemeriksaan di IGD RS Unand.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds