Seluruh Sarana Medis Harus Siaga 24 Jam

Bupati Bandung, Dadang M Naser, saat wawancara di Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Kamis (19/3/2020). (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

Bupati Bandung, Dadang M Naser, saat wawancara di Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Kamis (19/3/2020). (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung instruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas beserta tenaga medisnya untuk standby 24 jam, guna menangani kasus virus corona di Kabupaten Bandung.


Bupati Bandung, Dadang M Naser, mengatakan bahwa ada 62 puskesmas yang tersebar di 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung. Selain tenaga medis, mobil ambulance pun diminta untuk selalu siaga.

Seluruh rumah sakit di Kabupaten Bandung juga akan difokuskan untuk menangani kasus COVID-19. Terkecuali RSUD Soreang. Sebab, RSUD Soreang dalam proses perpindahan ke lokasi yang baru.

“Ada RS Ebah, RS Cicalengka, RS Al Ihsan, dan RS AMC. Lalu akan dibantu juga RS Praktik Dokter Unpad di depan RSHS. Disana siap untuk 60 bed. Jadi jika ada warga yang terindikasi terinfeksi COVID-19, maka akan dilarikan ke rumah sakit itu untuk observasi dan diisolasi untuk penanganan medis selanjutnya,” ucap Dadang di Soreang, Kamis (19/3/2020).

Demikian juga, tambah Dadang, Kimia Farma yang ada di Kabupaten Bandung sedang mempersiapkan obat yang sudah disimpulkan bisa mencegah dan mengobati corona, yaitu tanaman Kina yang bisa tumbuh subur di tanah Jawa Barat. Hal tersebut merupakan hasil petemuan jalur pentahelic dengan negara lain, termasuk Wuhan.

Di sisi lain, berkaitan dengan wabah virus corona yang terjadi, acara perayaan hari jadi Kabupaten Bandung, akan digelar dengan orientasi kegiatan sosial dan kegiatan menanam.

“Kita juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat keramaian, termasuk kantor-kantor,” ujar Dadang.

Virus corona ini, berpengaruh tidak hanya terhadap nilai tukar rupiah tetapi juga berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Hal tesebut karena adanya himbauan penutupan tempat wisata, keramaian, hotel, restoran. Karena memang itu pola kebijakan pusat.

“Salah satu hal yang harus kita lakukan adalah merapatkan barisan di dalam negeri, terutama Kabupaten Bandung. Jadi, kita jangan berpikir untuk belanja ke luar, selama barang yang ingin dibeli masih ada di dalam negeri,” kata Dadang.

Di samping itu, ketersediaan bahan baku pokok di wilayah Kabupaten Bandung masih surplus, seperti daging, ikan dan beras. Walaupun begitu, ada bawang putih dan bawang bombay serta gula putih, yang sudah mulai kelihatan langka. Menurut Dadang, gula putih ini stoknya ada tetapi terbatas, sehingga konsumen gula putih pembeliannya dibatasi yaitu hanya dua kilo per orang.

“Tetapi ada hal positif dari ini, seperti kenaikan harga gula, jadi bisa mengurangi penderita diabetes,” pungkas Dadang.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds