Pembelian Beras Dibatasi sampai 10 Kilogram

Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Dirve Bandung, Gedebage, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Dirve Bandung, Gedebage, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung meminta warga tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying. Adapun pembatasan pembelian, bukan berarti stok kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) habis melainkan menjaga stabilitas barang.


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, sehari setelah (Walikota Bandung Oded M Danial) mengeluarkan surat edaran, pihaknya menerima banyak laporan ada beberapa pasar modern yang diserbu warga karena aksi panic buying imas dari merabaknya virus corona di Indonesia.

“Menyusul surat edaran dari Walikota terkait upaya penekanan penyebaran virus corona, kami juga memberikan surat edaran untuk pengusaha ritel agar membatasi penjualan beberapa komoditi yang banyak diburu warga,” ujar Elly kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Kata dia, pembatasan dilakukan terhadap beberapa komoditi seperti beras hanya bisa dibeli sebanyak 10 kilogram. Kemudian gula pasir 2 kilogram. Lalu minyak 4 liter dan mie instan sebanyak 2 dus.

“Jika warga tidak melakukan aksi panic buying, saya yakin pasokan makanan akan aman sampai lebaran,” terangnya.

Selain itu, Elly juga mengingatkan, agar pembeli tidak bergerombol di mall dan tidak makan di food court usai berbelanja.

“Jadi, kalau sudah selesai berbelanja kami menghimbau kepada pengunjung, agar langsung pulang ke rumah masing-masing,” tegasnya.

Untuk social distancing, Elly mengingatkan, agar ketika mengantre di kasir, tidak terlalu dekat. Diberi jarak setidaknya satu meter antar orang. Ia juga mengingatkan untuk menyiapkan hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh.

“Persediaan masker, hand sanitizer dan gula putih juga sekarang memang menipis. Jadi bijaklah berbelanja jangan berlebihan,” tambahnya.

Disis lain, Elly menyebut, untuk persediaan gula pasir pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirut PD Pasar untuk mengecek persediaan di distributor seluruh pasar tradisional. Baik stok maupun kebutuhannya.

“Alhamdulillah kita akan ada pasokan impor gula pasir dari India,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds