Layanan Perizinan Ditutup Hingga Akhir Maret

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung tutup seluruh layanan sejak 17 Maret hingga 31 Maret 2020.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung tutup seluruh layanan sejak 17 Maret hingga 31 Maret 2020.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, terpaksa menutup sementara seluruh layanan perizinan dan non perizinan melalui tatap muka. Penutupan sementara itu dilakukan sejak 17 Maret hingga 31 Maret 2020.


“Ini merupakan upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurdin di Ruang Setda Kota Bandung, Kamis (19/3/2020).

Kendati demikian, Ronny memastikan, warga tetap dapat memperoleh layanan konsultasi dan perizinan online. Pelayanan konsultasi perizinan dan non perizinan serta pengaduan dapat dilakukan melalui layanan call center 0811-2075-999, 0811-2079-555 dan 0811-2078-333. Untuk WhatsApp pada nomor 0811-2075-999.

“Untuk online untuk perizinan berusaha melalui OSS bisa melalui situs, oss.go.id dan pemenuhan komitmen dan non OSS melaluidpmptsp.bandung.go.id,” bebernya.

Hal yang lain, Ronny mengungkapkan perkembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang bakal ada di Pasar Kosambi. Rencananya, sebanyak 29 loket dari instansi internal dan eksternal akan ada di MPP.

Beberapa instansi yang ada di Pemkot Bandung seperti pelayanan kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil), Pelayanan Pengaduan Publik oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pelayanan Sewa Aset oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Pelayanan Sertifikat Halal oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Layanan Air Minum oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Tirtawening).

Sedangkan instansi eksternal di antarannya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kantor Wilayah Imigrasi Bandung, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BNN, PT Pos, PT Taspen, PT PLN, Kementerian Agama dan Polrestabes Bandung.

“Di luar itu ada perbankan seperti BJB, BNI, BRI dan Mandiri sebagai prioritas yang berkesinambungan dengan pelayanan perijinan nantinya,” ujar Ronny.

Ia berharap, hadirnya MPP dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan.

“Tentunya akan meningkatkan daya saing global, juga memberikan kemudahan usaha di Kota Bandung. Keuntungan dengan hadirnya MPP memberikan kemudahan masyarakat, karena lokasinya sangat strategis. Kedua, pasar kosambi aktivitasnya pedagangnya lebih meningkat,” pungkasnya.

(arh/bbs)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …