Tetap Jaga Jarak Selama 14 Hari Kedepan

Warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, diharapkan meningkatkan kedisilpinan pola hidup sehat.

Warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, diharapkan meningkatkan kedisilpinan pola hidup sehat.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, diharapkan meningkatkan kedisilpinan pola hidup sehat. Itu merupakan salah satu langkah pencegahan penyebaran Covid-19.


Sejauh ini, terdapat sebanyak 200.000 kepala keluarga di 629 desa dan keluarahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Demikian diungkapkan Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Mayjen (Purn) TNI Dedi Koesnadi, di Posko Satgas Citarum Harum, Jalan Ir H Juanda Bandung, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan saat ini warga di sepanjang DAS Citarum harus mulai berperan aktif mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing. Salah satunya melakukan penjagaan jarak antar-orang atau social distancing dalam berkegiatan sehari-hari.

“Tentunya kami meminta masyarakat menghindari aktivitas yang mengundang gerombolan massa,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, pembatasan kegiatan di luar rumah yang saat ini telah digalakkan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus dipatuhi.

Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi kegiatan masyarakat di perkotaan seperti menyambangi mal, pusat hiburan, dan perkantoran. Melainkan juga bagi kegiatan sehari-hari di area rumah yang melibatkan orang untuk berkumpul sebagaimana yang disebut di atas.

“Intinya warga diminta untuk menjaga jarak, apalagi bila sedang tidak sehat,” ungkapnya.

Dia juga meminta masyarakat yang sekolah atau tempat kerjanya diliburkan untuk tidak memanfaatkan hal tersebut untuk bepergian, termasuk pulang kampung. Pasalnya, hal tersebut beprotensi membuat penyebaran virus semakin massif.

“Apa yang terjadi ke depannya bergantung dengan apa yang kita lakukan dalam 14 hari ini. Akhirnya upaya pemerintah melawan Covid-19 bisa sia-sia bila masyarakat tidak patuh terhadap imbauan,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil Ridwan mengaku terus berkoordinasi melalui Pusat Komunikasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).

Pemprov Jabar akan melakukan tes proaktif melalui Labkes Jabar berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Unpad, dan Pusat Penelitian Nano Sains dan Nano Teknologi ITB.

“Jadi tidak menunggu dulu orang bergejala masuk rumah sakit baru dicek, hasilnya positif negatif ke pusat,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jabar juga melakukan tes proaktif kepada tenaga kerja asing  dan keluarga pasien.

Ridwan melanjutkan, tes proaktif ini hasilnya akan keluar sekitar lima jam dari hasil tes keluar dengan prosedur satu orang akan melewati dua tahap teknis pemeriksaan

“Jadi tes ini hasilnya dapat diketahui dengan cepat. Data ini untuk kami jadikan panduan merespons selanjutnya. Mudah-mudahan (dari tes proaktif) tidak ada yang positif tapi kalau positif berarti terjadi peredaran bukan hanya diorang bergejala,” pungkasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds