Kunjungan WisataTurun 80 Persen

Wahana Kapal Pinisi objek wisata Glamping Lakeside yang terlihat lebih sepi dari biasanya, Rabu (18/3/2020). (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

Wahana Kapal Pinisi objek wisata Glamping Lakeside yang terlihat lebih sepi dari biasanya, Rabu (18/3/2020). (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Virus corona (covid-19) berdampak pada tingkat kunjungan objek wisata hingga 80 persen. Tren itu pun terjadi pada saat akhir pekan, sehingga dibutuhkan kebijakan strategis dari pemerintah.


Salah satu yang terdampak adalah Glamping Lakeside. Salah seorang pengelola, Endang Suherman mengungkapkan penurunan itu terjadi sebelum ada wabah virus corona. Hal ini bertambah parah ketika virus Corona mewabah hingga ke Jawa Barat.

“Apalagi untuk restoran, berpengaruh sekali. Penurunan ini tidak hanya berlaku pada hari biasa, hari libur juga sepi pengunjungnya,” ungkap Endang saat wawancara di objek wisata Glamping Lakeside, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (18/3/2020).

Di tengah masa sulit, Endang menyakinkan kepada masyarakat jika objek Wisata Glamping Lakeside ini aman untuk dikunjungi, karena dari awal lokasi pembelian tiket hingga disetiap wahana yang ada di Glamping Lakeside sudah disediakan tempat cuci tangan, handsanitizer hingga  pengecek suhu badan.

“Saya pastikan Glamping Lakeside aman untuk pengunjung. Kami juga sudah meminta pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, supaya Glamping Lakeside ini bisa di sterilisasi dengan penyemprotan,” tutur Endang.

Sementara itu, Salah seorang pengunjung objek wisata Glamping, Indra (40), mengatakan bahwa dirinya tetap menikmati waktu liburannya di Glamping Lakeside ini. Karena dirinya terus memastikan kebersihan diri dan keluarganya saat berlibur.

Dengan adanya isu Virus Corona ini, kata Indra, suasana di objek wisata jadi lebih sepi. Para pedagang yang ada di objek wisata juga sepi pembeli. Walaupun demikian, Endang merasa senang karena pengelola objek wisata Glamping Lakeside menyediakan fasilitas kebersihan yang lengkap.

“Semoga virus corona ini bisa cepat ditemukan penyelesaiannya,” harap Indra.

Selain itu juga, Camat Rancabali, Dadang Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, agar objek wisata yang ada di Kecamatan Rancabali bisa dilakukan penyemprotan untuk steriliasasi.

Hal tersebut merupakan usulan dari para pengelola objek wisata. Objek wisata yang ada di Kecamatan Rancabali ini cukup banyak yaitu dari mulai Ciwidey Valley, Glmaping, Rancaupas, Kawah Putih, MT High Land, Ciwalini, Cimanggu dan Kawah Rengganis termasuk yang masih bekembang sekarang ini yaitu wisata yang dikerjasamakan dengan Bumdes.

“Secara prinsip objek wisata ini memiliki andil dalam menopang PAD Kabupaten Bandung. Walaupun demikian, proses kegiatan yang ada di objek wisata harus terjamin keamanannya sehingga para pengunjung bisa tenang dalam menikmati liburannya,” ucap Dadang.

Terkait dengan Surat Edaran Bupati Bandung tentang peningkatan kewaspdaan resiko penularan infeksi corona, pihaknya sudah menindaklanjuti surat tersebut ketingkat desa, dan secara berjenjang ketingkat RW dan RT, hingga ke para pengelola wisata yang ada di Kecamatan Rancabali. Tetapi terkait penutupan objek wisata, kata Dadang, itu bukan kewenangan dari pemerintah kecamatan.

“Terkait dengan penutupan suatu objek wisata maka Dinas Pariwisatalah yang memiliki kewenangan. Penutupan juga dilakukan apabila suatu objek wisata tidak menaati SE Bupati Bandung tersebut,” pungkas Dadang.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …