Kesadaran Bayar Pajak Kendaraan Masih Rendah

Angka partisipasi wajib pajak di Kabupaten Bandung yang membayar pajak di sektor kendaraan masih rendah.

Angka partisipasi wajib pajak di Kabupaten Bandung yang membayar pajak di sektor kendaraan masih rendah.

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Pemerintah Kabupaten Bandung kelimpungan dengan rendahnya wajib pajak yang membayar untuk pajak kendaraan. Padahal, sektor ini merupakan salah satu yang diandalkan sebagai sumber pendapatan daerah.


Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Bandung 2 Soreang, Dani Hendranto, memgatakan bahwa salah satu sumber pembiayaan pembangunan disuatu daerah, berasal dari pajak kendaraan bermotor. Dimana hasilnya akan dibagi yaitu 70 persen untuk pemerintah provinsi sedangkan 30 persennya untuk pemerintah daerah.

“Angka kendaraan tidak membayar pajak di wilayah Kabupaten Bandung cukup tinggi, misalnya di wilayah Soreang itu ada sekitar 100 ribu kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak bayar pajak,” ungkap Dani saat ditemui pada acara sosialisasi pemungutan pajak kendaraan bermotor di Kantor Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (18/3/2020).

Pihaknya akan terus melakukan pengecekan terhadap jumlah pemilik kendaraan yang tidak membayar pajaknya. Karena data yang ada dikantor, kemungkinan akan sedikit berbeda dengan data yang ada di lapangan

“Karena bisa saja kendaraannya dijual, hilang atau di tarik leasing tetapi tidak melapor ke samsat. Jadi intinya kita ingin melihat berapa angka sebenarnya kendaraan tidak membayar pajak,” jelas Dani.

Selain melakukan sosialisasi pentingnya membayar pajak, tambah Dadang, juga ada program Triple Untung. Program tersebut dilaksanakan selama dua bulan. Dimana salah satu kegiatannya yaitu penerapan bebas denda bagi kendaraan yang telat membayar pajak selama tiga atau lima tahun, walaupun begitu, pajak pokoknya tetap harus dibayarkan.

Kemudian juga ada program bebas balik nama. Karena sesuai dengan peraturan, dimana jika seseorang membeli kendaraan dalam kondisi bekas makan si pemilik lama harus melaporkannya kepada samsat.

“Bebas pajak itu dilakukan hingga 31 April 2020. Tujuannya yaitu untuk tertib administrasi, dan dapat mempermudah kepolisian untuk melacak kendaraan jika terjadi kehiliangan karena ada data by name by adress,” tambah Dani.

Kabupaten bandung ini cukup luas maka, dengan demikian disediakan dua kantor pelayanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor yaitu Samsat Soreang dan Samsat Rancaekek. Selain itu, juga ada pelayanan di outlet Pangalengan. Kemudian untuk perbatasan antara Kabupaten Bandung dengan Cianjur juga disediakan outlet Ciwidey, ada juga di Baleendah. Serta ada pelayanan pajak mobile.

“Saya harapkan masyarakat tepat bayar pajak karena pajak ini untuk membangun masyarakat, jadi uangnya akan kembali lagi kepada masyarakat,” tandas Dani.

Sementara itu, Camat Rancabali, Dadang Hermawan , merasa bersyukur dengan kegiatan sosialisasi tentang pajak kendaraan ini. Karena pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat di Kecamatan Rancabali mencapai 13.227 yang tersebar di lima desa. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh stakeholder terutama pemerintah desa mulai dari kepala desa, ketua BPD, Kasie Pemerintahan dan Sekdes.

“Saya berharap pemilik kendaraan di Kecamatan Rancabali bisa lebih taat dalam membayar pajaknya,” pungkas Dadang.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …