Kenali Petugas Resmi PLN

Kantor PLN UP 3 Cimahi di Jalan Raya Amir Machmud, Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi

Kantor PLN UP 3 Cimahi di Jalan Raya Amir Machmud, Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Manajer PLN ULP Cimahi Kota, Putih Pandansuri Bulan menuturkan, untuk meminimalisir tindakan kurang menyenangkan dari oknum petugasnya, masyarakat perlu mengenali ciri-ciri petugas resmi PLN maupun vendor yang ditunjuk PLN.


“Periksa surat tugasnya, menggunakan tanda pengenal atau tidak, serta perhatikan seragamnya,” kata Putih.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menaikan daya lsitrik dirumahnya, lanjut dia, diharapkan berhati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) ataupun vendor pihak ketiga yang menawarkan berbagai jasa dan alat.

Untuk menghindarkan pelanggan dari praktik penipuan, pihaknya terus melakukan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Total pelanggan di Kota Cimahi sendiri mencapai 125 ribu.

“Kami juga mengawal, kalau ada yang pasang baru, kemudian ada yang tambah daya,” tuturnya.

Dirinya mencontohkan, seperti yang dialami  Mirna (50), warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Ia terbujuk rayu oknum yang mengatasnamakan PLN, sehingga memasang alat tambahan pada kWh meter di rumahnya sebagai penghemat daya.

Denda yang dialami itu bermula ketika keluarga Mirna mengajukan permohonan tambah daya pada 2 November 2017. Kemudian pihak vendor yang sudah dikontrak oleh PLN melakukan realisasi tambah daya.

“Dipasanglah MCB sebagai relalisasi tambah daya. Anehnya, kWh dicopot, dikotak-katik ditempel lagi. Baru ketahuan pas dicek kemarin,” jelasnya.

Dirinya membenarkan petugas yang melakukan penambahan daya itu adalah pihak ketiga atau vendor yang sudah dikontrak. Namun tugasnya hanyalah melakukan penambahan daya, sesuai kontrak dan permohonan dari pelanggan. Tidak lebih dari itu, apalagi sampai memasang alat-alat semacam penghemat daya dan sebagainya.

Sebab, tegas dia, PLN hanya menjual produk berupa energi listrik. “Vendor penyambungan sesuai kontrak. Yang dilakukan oknum, dia enggak ada rule untuk menjual alat-alat PLN, atau menawarkan jasa lain,” tegasnya.

Akibat ulah oknum yang tak bertanggungjawab itu, energi yang dikeluarkan pun menjadi tidak terukur. Imbasnya, pelanggan pun harus menerima risiko denda yang membengkak. “Pelanggarannya ada 2. Mempengaruhi dari pengukuran energi listrik, saat kWh ukur 100 persen dia hanya 60 persen, tapi enggak ngaruh ke daya,” jelasnya.

Pihaknya bersama pelanggan saat ini tengah memikirkan opsi terbaik untuk pembayaran dendanya. Namun, kata dia, pelanggan tetap harus membayar denda sesuai pelanggaran yang dilakukan.

“Pelanggan minta keringanan, tapi tetap enggak bisa. Kita lagi memikikrnan, apakah dicicil atau seperti apa,” sebutnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya mengajak semua masyarakat untuk menjadi pelanggan pintar. Artinya, tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum yang menawarkan jasa dan alat yang mengatasnamakan PLN.

“Harus menjadi pelanggan pintar, jangan sampai nerima begitu saja,” ujarnya.

Seperti diketahui Mirna (50), terbujuk rayu oknum yang mengatasnamakan PLN, sehingga memasang alat tambahan pada kWh meter di rumahnya sebagai penghemat daya.

Mirna akhirnya goyah dan menuruti penawaran jasa oknum tersebut, sehingga harus menanggung denda hingga Rp 10 juta. Denda itu diakumulasikan sejak tahun 2017, tepat ketika kWh meter di rumahnya dipasangi alat tambahan tanpa sepengtahuan PLN.

“Saya harus membayar denda Rp 10.750.000. Jika tidak membayar, listrik di rumah saya akan diputus,” kata Mirna, Rabu (18/3/2020).

(bie/c).

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Jamin Data Pelanggan Tetap Aman

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan manfaat teknologi secara menyeluruh untuk …

Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Nurhasanah. Wanita yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon ini dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7) …