Masjid Raya Bandung Batasi Aktivitas Keagamaan

Warga sedang melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Raya Bandung, beberapa waktu lalu.

Warga sedang melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Raya Bandung, beberapa waktu lalu.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Masjid Raya Bandung memasang surat maklumat berisi menghentikan sementara kegiatan kajian, proses shalat jamaah fardhu hingga ibadah jumat. Informasi yang tersebar pula diberbagai kanal media sosial itu berkaitan dengan pencegahan virus corona (Covid-19).


Surat maklumat tersebut dikeluarkan 17 Maret 2020 Nomor : 050/S.M/DKM-MRB/III/2020 lengkap dengan bubuhan tandatangan Ketua DKM Masjid Raya Bandung, Muhtar Gandaatmaja dan Imam Besar Rachmat Syafe’i. Maklumat itu merujuk juga kepada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat, dan Surat Edaran Wali Kota Bandung.

Pesan yang tertulis menyatakan bahwa masjid Raya Bandung tidak menyelenggarakan kegiatan salat berjamaah fardhu, salat Jumat dan semua aktivitas lainnya yang ada di Masjid Raya Bandung sementara waktu, termasuk aktivitas majelis taklim atau majelis dzikir di lingkungan Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Terdapat alasan maklumat tersebut dikeluarkan. Letak Masjid Raya Bandung berada di pusat Kota Bandung, dikelilingi berbagai aktifitas bisnis baik mall, pertokoan, perbankan dan lain-lain. Aktivitas rutin salat berjamaah di Masjid Raya Bandung minimal didatangi 1.500 orang setiap harinya.

Jumlah itu bisa dua kali lipat pada akhir pekan, 3.000 orang. Sedangkan ibadah sholat Jumat diikuti sekitar 13.000 sampai 15.000 orang.

Keputusan itu berlaku hingga kondisi kembali aman sesuai ketetapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bila ada pengumuman resmi dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, bahwa situasi dan kondisi telah aman maka akan mencabut kembali maklumat tersebut.

Saat dikonfirmasi, salah seorang pengurus Majid Raya Bandung, Muhammad Yahya Ajlani membenarkan terkait maklumaat tersebut. Semua didasarkan pada surat edaran dari Gubernur Jawa Barat yang meminta sementara penutupan fasilitas umum dan penundaan sementara kegiatan tertentu di lingkungan pemerintah Jawa Barat.

Ditambah, surat edaran wali kota untuk menghentikan sementara kegiatan yang melibatkan massa di Kota Bandung. Kebijakan itu akan dicabut setelah status aman Covid-19 dari pemerintah.

“Orang datang dari mana-mana, hal itu menjadi rawan, kalau masjid kecil kan terdeteksi orangnya dari mana saja, kalau di sini kan orang-oranya setiap hari pasti berbeda-beda, jadi ini upaya antisipasi daripada berbahaya,” katanya.

“Maklumat berlaku selama dua minggu, mengikuti anjuran dari Gubernur dan Wali Kota Bandung,” sambungnya.

Hanya saja, dia menjelaskan, kebijakan ini bukan berarti menutup total akses masyarakat ke dalam masjid. Jamaah masih bisa melaksanakan salat sendiri atau berjamaah namun terbatas.

“Toilet tetap dibuka cuma tidak dibuka seperti biasa. Hari ini tadi salat dzuhur dan ashar masih ada yang berjamaah di masjid tapi tidak banyak,”pungkasnya.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …