Selamat Belajar di Rumah

Suasana sekolah di SDN Mandiri 2, Jalan Dra. Julaeha Karmita, Kota Cimahi.

Suasana sekolah di SDN Mandiri 2, Jalan Dra. Julaeha Karmita, Kota Cimahi.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Proses belajaran mandiri di Kota Cimahi dilaksanakan hari ini, Selasa (17/3/2020). Kegiatan belajar di rumah tersebut akan dilakukan hingga Sabtu 28 Maret 2020. Dengan begitu, selama 14 hari kedepan siswa-siswi di seluruh Sekolah Kota Cimahi akan melaksanakan belajar di rumah masing-masing.


Walikota Cimahi, Ajay M Priatna mengatakan, dengan belajar di rumah bukan berarti tidak ada tugas dari sekolah. Artinya sekolah bukan diliburkan. Pihaknya meminta kepada orangtua untuk tidak mengajak anaknya berlibur, selama proses belajar mandiri.

“Meski belajar di rumah, saya harap jangan sampai menurunkan kualitas. Untuk para orang tua, tolong berikan bimbingan yang lebih terhadap anaknya,” kata Ajay.

Terkait penanganan dan pencegahan situasi terkini mengenai wabah Virus Corona, lanjut Ajay, orang tua harus selalu berkoordinasi berkonsultasi ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat, apabila terdapat potensi atau gejala dari penyebaran virus tersebut.

“Untuk penanganan dan pencegahan virus corona di Kota Cimahi, sudah tersedia posko tanggap darurat COVID-19, yang tersebar di sejumlah titik,” ungkapnya.

Dijalankannya proses belajar mandiri, sudah tertuang dalam surat Nomor : 443/414- disdik tertanggal 15 Maret 2020 Tentang Proses Kegiatan Belajar Mengajar Satuan Pendidikan di Kota Cimahi.

Sementara mekanisme pembelajaran yang dilakukan secara mandiri ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan menjelaskan, Guru tetap memberikan materi pembelajarannya, namun dilakukan secara online, baik via WA Grup.

“Web Sekolah juga bisa dimanfaatkan sesuai jadwal pelajaran yang berlaku pada hari tersebut,” kata Hendra.

Pemberian materi dengan cara online, menurut Hendra, merupakan salah satu cara yang sangat efektif terutama pada saat kondisi yang terbilang genting.

“Jadi tidak ada alasan proses belajar mengajar terganggu lantaran belajarnya di rumah. Dengan cara online ini kurikulum tetap tercapai,” jelasnya.

Selama 14 hari belajar di rumah, kata Hendra, orang tua siswa harus menjamin anaknya tetap berada di rumah terutama pada jam sekolah. Selain itu, setiap hari orang tua dituntut agar melaporkan kondisi kesehatan putra putrinya melalui wali kelas.

“Itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi sosial seperti whatsapp. Langkah ini bisa dimaksimalkan. Jadi setiap wali kelas harus mempunyai Group WA untuk tetap berkomunikasi,” pungkasnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Jamin Data Pelanggan Tetap Aman

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan manfaat teknologi secara menyeluruh untuk …

Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Nurhasanah. Wanita yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon ini dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7) …