ODHA Kesulitan Dapat Masker

Penumpang MRT menggunakan masker di Kawasan stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (5/2/2019). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Penumpang MRT menggunakan masker di Kawasan stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (5/2/2019). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah penyebaran virus corona, sejumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Bandung malah kesulitan untuk mendapatkan masker. Padahal penyakit bawaan yang diderita seseorang, bisa semakin parah jika orang tersebut terinfeksi COVID-19. Bahkan, bisa mengakibatkan meninggal dunia.


Pengelola Program Komisi Penanggulan HIV/AIDS Kabupaten Bandung, Dinan Naufal membenarkan bahwa jika ODHA sangat rentan tertular oleh berbagai penyakit. Menurutnya, sistem imun ODHA sangat lemah. Karena virus HIV ini menyerang sistem kekebalan tubuh.

ODHA adalah salah satu populasi yang dinilai harus steril dari COVID-19. Oleh karena itu, populasi ODHA harus betul-betul terhindar dari COVID-19. Semenjak COVID-19 diumumkan menginfeksi dua warga Depok Jawa Barat oleh Presiden Joko Widodo, ketersediaan masker di Kabupaten Bandung langsung mendadak habis.

“Kelangkaan ini yang menyebabkan ODHA sulit mendapatkan masker. Jadi masker ini sangat dibutuhkan oleh ODHA. Biasanya mereka punya stok sendiri. Baik beli dari apotek atau dikasih oleh Dinkes,” ungkap Dinan di Soreang, Senin (16/3/2020).

Kekosongan masker di sejumlah apotek begitu dikeluhkan ODHA. Terlebih, untuk mendapatkan masker dengan mengakses layanan kesehatan pun kini turut sulit dilakukan. Menurut info, pembelian masker tersebut dibatasi.

“Padahal ODHA sangat memerlukan masker itu. Kalau cairan sanitizer, mereka sudah diberi pelatihan membuat sendiri. Saya berharap pihak terkait bisa mempermudah ODHA mendapatkan berbagai fasilitas penunjang kesehatannya di situasi yang seperti ini. Mengingat kerentanan ODHA tertulas COVID-19 lebih tinggi dibanding masyarakat yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan,” ujar Dinan.

Sementara itu, mewabahnya virus Corona di Indonesia dan penyebarannya yang sudah masuk wilayah Jawa Barat, membuat ketersedian masker di sejumlah apotek di Kabupaten Bandung langka hingga saat ini. Langkanya ketersedian masker tersebut sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

Dari hasil pantauan, sejumlah apotek di Kabupaten Bandung mulai dari kawasan Cibaduyut, Sukamenak, Margahayu, Katapang, hingga Soreang sudah tak menjual lagi alat penutup mulut dan hidung tersebut. Ketiadaan masker tersebut terjadi tak hanya di apotek-apotek kecil saja, melainkan juga apotek besar.

Menurut salah seorang pegawai apotek di kawasan Margahayu, yang tak ingin namanya di sebutkan, tidak adanya stok masker diakibatkan pasokan dari penyuplai terhenti. Menurutnya, selama beberapa minggu terakhir ini, memang jumlah pembeli masker naik cukup signifikan. Sementara apotek sudah berupaya membatasi penjualan masker.

“Sudah enggak ada suplai dari suplier. Sudah ada seminggu ini. Permintaan hariannya cukup banyak. Padahal kami sudah batasi penjualannya,” pungkasnya.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …