Pengumpulan Orang Banyak Dibatasi

Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kantor pelayanan publik, Kota Cimahi, Minggu (15/3/2020). Pemerintah Kota Cimahi meneruskan kegiatan penyemprotan disinfektan di kantor pelayanan publik untuk mengantisipasi penyebaran virus.

Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kantor pelayanan publik, Kota Cimahi, Minggu (15/3/2020). Pemerintah Kota Cimahi meneruskan kegiatan penyemprotan disinfektan di kantor pelayanan publik untuk mengantisipasi penyebaran virus.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Seorang warga Kota Cimahi dikabarkan masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease (Covid-19). Pasien kini dirawat di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bandung.


Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna membenarkan, salah seorang warganya masuk kedalam kategori PDP, sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Cimahi juga bertambah, dari data awal 27 orang kini menjadi 30 orang. Selama masa pemantauan, mereka dilarang untuk melakukan aktifitas di luar rumah selama 14 hari.

“Satu orang PDP, ODP jadi 30 orang dan dua orang sudah selesai dan sehat,” ujar Ajay disela pemantauan penyemprotan disinfektan di Puskesmas Cimahi Selatan, Minggu (15/3/2020).

Untuk pencegahan, lanjut Ajay, Pemkot Cimahi mulai melakukan penyemportan disinfektan, dimulai dari perkantoran Pemkot Cimahi, kecamatan hingga kelurahan, hingga nantinya diperintahkan agar pencegahan seperti itu juga dilakukan di lingkungan masyarakat. “Setelah fasilitas Pemkot Cimahi, ini ke masyarakat juga. Minimal selain edukasi, terus juga menyemprotkan disininfektan,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Cimahi juga membatasi aktifitas yang mengumpulkan banyak orang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Cimahi “Pemkot sekarang membatasi acara-acara yang mengumpulkan massa yang banyak,” tegas Ajay.

Kebijakan berlaku juga bagi kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasanya dilaksanakan setiap hari Minggu pagi di area Pemkot Cimahi, jalan Rd. Hardjakusumah. CFD akan ditiadakan selama dua pekan ke depan, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Hari ini kita pasang spanduk di area CFD, dua minggu ke depan. Kemudian yang di Brigif, saya akan koordinasi dulu dengan pihak TNI,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi menambahkan, informasi adanya satu warga Kota Cimahi yang masuk PDP diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata dia, pasien tersebut merasakan gejala seperti demam, batu pilek usai pulang dari negara terpapar Covid 19.

“Gejalanya batuk, pilek demam. Habis dari negara terjangkit. Penanganannya di Pemprov sama rumah sakit rujukan di bandung. Kita nerima datanya,” ungkapnya.

Ditegaskannya, pihaknya belum bisa menyimpulkan pasien tersebut terduga virus corona atau tidak. Sebab hasilnya nanti akan diinformasikan rumah sakit yang melakukan pengawasan atau pihak Pemprov Jabar.

Perihal ODP yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Cimahi, lanjut Pratiwi, hasil pemantauannya akan terlihat pada 16 dan 18 Maret mendatang. Sebelumnya, ada 30 warga Kota Cimahi yang masuk dalam ODP. “ODP ini mengkarantina diri di rumah. Setiap hari ditanya lewat telepon kesehatannya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, orang yang masuk ODP belum menunjukan gejala sakit, hanya saja memiliki riwayat ke negara episentrum corona atau sempat melakukan kontak dengan pasien suspect positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan selama 14 hari.

Sementara PDP adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit covid-19 seperti demam, batuk, pilek dan sesak napas. Namun harus melalui serangkaian pemeriksaan untuk menentukan suspect atau tidaknya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …