Pemkab Lambat Merespon Wabah Corona

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser dianggap lamban merespon wabah virus corona (covid-19). (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser dianggap lamban merespon wabah virus corona (covid-19). (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – DPRD Kabupaten Bandung menganggap Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser lambat dalam mengatisipasi penyebaran virus corona. Instruksi dari bupati dianaggap tak ada yang strategis dan terkesan normatif.


Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi mengaku sudah mendorong agar Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan respons cepat terhadap mewabahnya virus Corona, meskipun pada saat itu belum ada indikasi virus corona masuk ke wilayah Jawa Barat.

“Bupati Bandung terkesan cuek dan lebih memilih melakukan langkah-langkah yang normatif saja. Bupati Walikota lain yang sudah lebih sigap, dalam mengedarkan surat edaran yang berisi imbauan untuk menekan potensi risiko tertularnya virus tersebut,” kata dia.

Akhir Januari ia mengaku merilis imbauan dan mendorong agar Pemkab Bandung cepat tanggap tentang ini (wabah COVID-19), hingga berkoordinasi dengan Kemenkes, Kemendikbud, dan kementerian lainnya untuk meminta Pemkab Bandung membentuk tim gabungan.

Hingga saat ini, Fahmi mengaku mendapat banyak laporan jika di kalangan masyarakat sudah cukup bergejolak menanggapi mewabahnya COVID-19. Terlebih yang berkaitan dengan aktifitas yang melibatkan banyak orang, seperti kegiatan di sekolah, pasar, terminal, dan lainnya. Tetapi menurut Fahmi, Bupati malah berkata jika isu ini jangan dibesar-besarkan, padahal daerah yang jadi sebaran virus ini sudah meluas.

“Pemkab Bandung harus ambil langkah tegas. Jangan menunda-nunda lagi. Kasihan masyarakat yang butuh kejelasan sikap pemerintah,” pungkas Fahmi.

Sementara itu, Dadang Naser akhirnya mengeluarkan Surat Edaran, pada Minggu 15 Maret 2020. Isinya, memerintahkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan koordinasi dan terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona sesuai peran dan fungsinya masing-masing.

SE tersebut tidak saja memuat intruksi bupati pada jajarannya, namun juga menghimbau seluruh warga Kabupaten Bandung untuk ikut meningkatkan kewaspasdaan salah satunya dengan cara menjaga Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta ikut Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menetapkan status siaga satu beberapa waktu lalu, Bupati Dadang Naser pun langsung mengintruksikan Dinas Kesehatan  meningkatkan pemantauan untuk melakukan deteksi dini virus itu dan melakukan koordinasi baik dengan tingkat daerah, provinsi maupun pusat.

Langkah preventif lainnya pun  dilakukan. Salah satunya, dengan membuka call center. Bagi masyarakat yang ingin bertanya terkait corona, bisa menghubungi nomor 082118219287. Call center tersebut disediakan untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi tentang corona supaya masyarakat akan tetap tenang dan waspada.

Lebih jauh Dadang Naser menyebutkan dirinya mengintruksikan semua rumah sakit harus siaga 24 jam dalam menghadapi kemungkinan peningkatan kasus Covid-19, dengan memperhatikan Alat Pelindung Diri (APD) dan tatalaksana medis sesuai ketentuan yang berlaku. Orang nomor satu di Kabupaten

Bandung ini pun meminta agar jajarannya menghindari bepergian ke luar maupun dalam negeri, menunda penyelenggaraan studi banding, seminar dan kegiatan jenis lainnya serta menunda penyelenggaraan kegiatan yang berdampak pada pengumpulan masa.

Ia menambahkan, pihaknya melalui Dinas Pendidikan (Disdik) secara resmi sudah mengeluarkan surat edaran lainnya (Nomor : 451/597-Disdik) yang didalamnya antara lain memuat tentang intruksi kepada Kepala PAUD)TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, LKP, LPK dan Ketua PKBM untuk melaksanakan pembelajaran di rumah masing-masing mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 31 Maret 2020.

“Kami juga akan menghentikan sementara kegiatan yang bersifat mobilisasi masa di lingkungan pendidikan seperti gebyar PAUD tingkat kecamatan ataupun kabupaten. Kegiatan seperti lomba-lomba, seminar, workshop atau bimtek yang dilakukan di luar kantor kita hentikan dulu sementara,” pungkasnya.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …