Peringati Isra Miraj, Al Masoem Hadirkan Ustaz Mualaf

Ketua Yayasan Al Masoem Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem (kanan).menyerahkan cenderamata kepada Ustad KH Mohammad Kholilulloh.

Ketua Yayasan Al Masoem Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem (kanan).menyerahkan cenderamata kepada Ustad KH Mohammad Kholilulloh.

POJOKBANDUNG.com — Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di Yayasan Al Ma’soem Bandung digelar dengan tabligh akbar yang menghadirkan ustad mualaf KH Mohammad Kholilulloh.


Acara yang dihadiri ribuan siswa Al Masoem beserta pengurus Yayasan Al Masoem ini berlangsung Jumat (13/3) di dome kampus Al Masoem Jalan Raya Bandung-Garut.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem mengatakan, peringatan Isra Miraj ini dIharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa guna menghadapi persiapan bulan Ramadan.

“KH Mohammad Kholilulloh merupakan mualaf, artinya bukan muslim sejak lahir, namun pemahaman agama, dan ahlaknya jauh lebih tinggi daripada ananda yang islam sejak lahir,” ujar Ceppy di hadapan ribuan siswa Al Masoem.

Rajaban sendiri, kata Ceppy adalah memperingati turunnya perintah salat. Salat sendiri menyuruh tertib, disiplin, dan taat kepada ajaran agama Allah. Perilaku tertib dicerminkan pada kegiatan sehari-hari. Semisal jangan ngobrol ketika ada yang sedang berbicara. Mengerjakan sesuatu yang wajib dulu. Jadi tertib itu disiplin.

Berkaitan dengan virus corona yang tengah mewabah, lanjut Ceppy, insya Allah kalau wudhu, salatnya baik tidak akan terkena virus mematikan tersebut. “Islam mengajarkan umatnya cuci tangan dan bersih- bersih lima kali sehari, jauh sebelum ada virus corona,” ungkapnya.

Sementara, Penceramah KH Mohammad Kholilulloh mengaku bangga dan kagum
dengan antusias siswa dan pengurus yayasan yang menghadiri tausiahnya. Sekitar 1.800-an hadir dalam acara Isra Miraj ini.

“Tak terasa kita sudah menginjak bulan Rajab. Sudah saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bulan Ramadan,” terangnya.

KH Kholilulloh mengatakan, umat Islam rutin mengadakan rajaban, namun hakekat makna dari isra miraj ini nyatanya belum terlihat. Semisal, peringatan isra miraj itu ulang tahunnya perintah salat. Dalam hadis diterangkan salat itu menjaga dari perbuatan keji dan mungkar. Namun, setelah peringatan isra miraj masih banyak yang melakukan perbuatan keji dan mungkar. “Kenapa demikian, karena salat kita hanya sebagai rurinitas hanya melaksanakan kewajiban,” urainya.

Salat itu harusnya mendirikan solat. Apa bedanya mengerjakan dan mendirikan? Jelas beda, mengerjakan salat pertama hafalkan syarat rukun, suci menghadap kiblat diawali takbir diakhiri salam.

Tapi pengertian mendirikan solat yaitu orang yang salat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang yang mendirikan salat, ketika salat maka dia membaca surat-surat yang baik dan harus diimplementasikan di kehidupan sehari-hari bukannya malah berkata kotor dan kasar,” paparnya.

Dia mencontohkan, ketika salat seorang muslimah memakai mukena untuk menutup auratnya, namun ketika di luar dia memakai baju seksi. “Itu kan belum diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Seharusnya diluar salat pun harus menutup auratnya,” jelas dia.

Di akhir ceramahnya, KH Kholilulloh mengajak peserta tabligh akbar untuk meningkatkan kualitas salat. “Dengan peringatan Isra Miraj ini marilah kita tingkatkan kualitas salat kita,” tandasnya.

(nto)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …