Tambahan Rp 50 Triliun untuk KUR Pertanian

Dalam rangka percepatan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian, pemerintah menggelontorkan dana tambahan senilai Rp 50 triliun. (dok. Jawa Pos)

Dalam rangka percepatan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian, pemerintah menggelontorkan dana tambahan senilai Rp 50 triliun. (dok. Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Dalam rangka percepatan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian, pemerintah menggelontorkan dana tambahan senilai Rp 50 triliun. Jumlah ini harus diimbangi dengan serapan maksimal bagi setiap provinsi yang ditarget Rp 1 triliun.


Direktur Pembiayaan Pertanian Dirjen Prasaran dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, Indah Megawati anggaran KUR meningkat menjadi Rp. 190 triliun dari Rp. 140 triliun. Walaupun demikian, untuk Jawa Barat, serapan KUR baru mencapai Rp. 500 miliar dari target Rp. 1 triliun.

“Jawa Barat baru setengahnya yang terserap,” kata Indah seusai melakukan sosialisasi Percepatan dan Penyaluran KUR di Grand Sunshine Sahid Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (8/3/2020).

Menurut Indah, sosialisasi terus dilakukan agar penyerapan KUR bisa merata dan tepat sasaran. Untuk KUR,  Kementan RI menargetkan di empat komoditi. Yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan pertanian. KUR ini, tambah Indah, diarahkan untuk pembelian alat pertanian. Sehingga, kredit yang dipinjam oleh petani betul-betul bisa digunakan hal produktif. Pasalnya, serapan KUR di sektor pertanian sangat rendah. Menginat non performing loan (NPL) sangat tinggi.

“Kenapa rendah? Karena bank alergi dengan pertanian. Untuk beberapa komoditas pertanian tingkat kegagalan panennya sangat tinggi,” ucap Indah.

Kementan RI memilih mengandalkan strategi sendiri. Salah satunya, melakukan pendampingan kepada petani dengan berbagai pihak. Mulai dari konsultan pembiayaan, klinik agrobisnis dan lainnya. Untuk mendapatkan KUR pertanian pun syaratnya cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI Checking.

“Untuk besaran pinjamannya mulai dari Rp. 5 juta hingga Rp. 50 juta per orang. Dan tidak ada agunan. Diatas itu ada agunan. Bunganya sama hanya enam persen,” jelas Indah.

Meski begitu, ia menegaskan jika KUR bukanlah bantuan atau subsidi dari pemerintah. Sehingga, ia menekankan agar nasabah KUR pertanian tetap membayar pinjaman.

(fik/b)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …