Exsport Ajak Remaja Perempuan Menjawab di Perempuan Bisa Apa?

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dalam rangka memperingati International Women’s Day, EXSPORT mengajak perempuan Indonesia untuk menjawab pertanyaan “Perempuan Bisa Apa?” yang biasa dilontarkan. Bersama dengan komunitas Eksplorekeun yang merupakan komunitas yang bergerak sebagai wadah untuk pembelajaran kaum milenials dan Gen Z masa kini, Exsport mengajak perempuan untuk terus mengejar mimpinya dan menginspirasi sekitarnya.


Acara ini bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi perempuan agar memberi dampak positif dimanapun mereka berada. Peran perempuan begitu besar, tidak kalah dengan pria.

Perempuan bisa berdampak, perempuan bisa memimpin, dan perempuan layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan pria untuk hal apapun, ” ujar Angel Lukito selaku Brand Representative EXSPORT dan salah satu founder dari komunitas Eksplorekeun.

Angel Lukito selaku Brand Representative EXSPORT

Peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari dibahas di sini. Dengan target audience pelajar, mahasiswa dan profesi muda, EXSPORT juga menggerakan komunitas untuk ikutan “girls talk” dalam bentuk talkshow. Bertempat di Block71, Bandung acara ini adalah komitmen EXSPORT untuk terus menyebarkan Creating Goodness.

“Kita itu anak muda, masih punya waktu, tenaga dan kreatifitas tanpa batas. Jangan pernah menyerah untuk terus menyebarkan Creating Goodness. Mulai dari hal kecil yang bisa kamu lakukan. Jangan pernah menyerah kalau gagal, karena gagal itu proses,” katanya.

Sementara itu, Nabilla Kushaflyki, perempuan yang aktif pada pemberdayaan limbah tekstil ini sudah hampir tiga tahun mengumpulkan pakaian-pakaian layak yang diolah lagi.

Melihat pakaian yang menumpuk di lemari kamarnya, membuat Nabilla tergerak untuk lebih peduli dengan limbah tekstil. Pasalnya, di seluruh dunia baju yang bisa di recycle hanya satu persen.

“Ketika aku sedang sortir pakaian di lemari untuk dibawa ke Bandung, hampir 45% pakaian itu gak pernah dipakai. Bukan karena rusak atau jelek, tapi model pakaiannya yang sudah tidak sesuai dengan kita,” katanya.

NABILAH Kushaflyki, Lulusan Teknik Lingkungan ITB ini membentuk organisasi nirlaba Sadari Sedari

Apalagi model atau trend fesyen yang setiap harinya berkembang, membuat Nabilla merasa ini adalah masalah yang pasti dihampiri seluruh wanita di seluruh dunia. Nabilla yang pernah menempuh pendidikan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) program studi Teknik Lingkungan ini kemudian konsultasi dengan dosen terkait.

“Aku lalu tanya ke dosen kalau di Indonesia ternyata belum ada peraturannya, kemudian teknologi untuk mengolah limbah tekstil juga belum ada. Sedangkan di seluruh dunia, pakaian yang bisa di recycle cuma 1%, Indonesia harus mulai nih awareness dengan masalah tekstil,” terangnya.

Nabilla kemudian membuat organisasi non profit yang fokus pada pengolahan pakaian bekas atau sustainable fesyen. Sadari Sedari, komunitas yang sudah dua tahun ini mengumpulkan pakaian layak pakai dan menjualnya kembali. Katanya, lebih dari 50 ribu pakaian sudah mereka olah.

Teknik mengolahnya pun beda-beda. Kata Nabilla, dewasa ini, untuk membuat perubahan harus melibatkan publik figur atau influencer didalamnya. Nama artis beken seperti Vidi Aldiano, Andien, Rossa, dan Vidi Aldiano adalah sejumlah orang yang pernah membantu kegiatannya.

Pada pengolahannya, Nabilla berpegang pada pedoman 3R, reuse, reduce, dan recycle. Untuk membuat pakaiannya jauh lebih menarik, tidak jarang Nabilla juga mendesain ulang pakaian yang sudah jadi, sehingga modelnya menjadi lebih kekinian. Hasil dari penjualan Sadari Sedari ini kemudian diserahkan untuk membantu di bidang pendidikan di Kota Cimahi.

Nabilla berharap dengan adanya Sadari Sedari, tingkat kepedulian masyarakat akan limbah tekstil menjadi meningkat. Bukan cuma memakai saja, ia memberikan sejumlah trik untuk orang-orang yang supaya tidak belanja pakaian secara impulsif.

“Paling baik adalah gunakan pakaian yang ada di lemari kita, kalau mau beli, beli yang benar-benar dibutuhkan dan kualitasnya harus bagus, kemudian lebih bijak dalam membeli pakaian. Karena kita gak tau brand fesyen yang besar itu buang limbah tekstilnya ke mana, sehingga masyarakat harus sadar,” imbuh wanita kelahiran Jakarta, 21 Januari 1996.

Nabilla adalah salah satu dari lima narasumber pada acara Exsport x Explorekeun: Perempuan Bisa Apa? Sekaligus memperingati ‘International Women’s Day, Exsport bekerjasama dengan komunitas Explorekeun membuat acara yang mengajak perempuan untuk terus mengejar mimpinya.

Talkshow yang diadakan menghadirkan perempuan-perempuan muda yang hebat di bidangnya. Mulai dari aktivis lingkungan, penulis, seniman sampai CEO gerakan lingkungan. Narasumbernya antara lain, Marcella Kikyanto (@querramellca – artist), Mustika Wijaya (Founder Solar Chapter), Abigail (Co-Founder Lalita Project), Fei Febri (CEO Bank Sampah Bersinar), dan Nabilah K (Founder Sadari Sedari).

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …