Dongkrak Potensi Sumber Daya Manusia

Walikota Cimahi Ajay Muhamad Priatna saat membuka Seminar Nasional Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ISMKMI XVII Stikes Achmad Yani Tahun 2020 di Gedung Techno Park Cimahi, Jalan Raya Baros, Minggu (8/3/2020).

Walikota Cimahi Ajay Muhamad Priatna saat membuka Seminar Nasional Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ISMKMI XVII Stikes Achmad Yani Tahun 2020 di Gedung Techno Park Cimahi, Jalan Raya Baros, Minggu (8/3/2020).

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Wilayah geografis yang srategis membuat Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna optimis Kota Cimahi memiliki potensi pengembangan daerah sebagai pusat pelayanan jasa yang berbasis pada Sumber Daya Manusia, terutama di bidang industri, pendidikan, perdagangan, pariwisata dan kesehatan.


“Kita memiliki potensi sebagai pusat pelayanan  jasa yang berbasis pada sumber daya manusia,” kata Ajay saat membuka Seminar Nasional Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ISMKMI XVII Stikes Achmad Yani Tahun 2020 di Gedung Techno Park Cimahi, Jalan Raya Baros, Minggu (8/3/2020).

Ajay mengungkapkan, potensi itu dilihat berdasarkan wilayah Kota Cimahi yang berada di lintas jalan nasional yang menghubungkan Kota Bandung – Kota Jakarta, Jalan Tol Cileunyi-Purwakarta- Padalarang, serta jalur Kereta Api Bandung – Jakarta.

“Tentunya kedudukan geografis yang sangat strategis dan terletak di persimpangan jalur kegiatan ekonomi regional dan sebagai kota inti Bandung Raya yang berdampingan dengan Ibu Kota Provinsi Jawa barat yang sangat dinamis,” jelas Ajay.

Khusus pelayanan di bidang kesehatan, terang Ajay, Kota Cimahi yang hanya memiliki luas wilayah 40,37 km2 yang terdiri dari tiga tiga kecamatan, 15 kelurahan, 312 RW sudah dilengkapi dengan enam rumah sakit, 13 Puskesmas dengan tiga puskesmas poned, satu puskesmas dengan tempat rawat inap dan mempunyai 402 posyandu.

Ajay mengatakan, pembangunan kesehatan sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945 telah mencapai hasil yang menggembirakan. “Pembangunan kesehatan kita telah berkontribusi dalam pembangunan manusia dengan meningkatnya nilai indeks pembangunan manusia dan usia harapan hidup,” ujarnya.

Ajay mengungkapkan, ada tiga pilar strategi pembangunan kesehatan yang dibangun, yakni paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kemudian program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), program nusantara sehat dan program JKN, bersama seluruh komponen kesehatan baik lintas program maupun lintas sektor. “Hal tersebut menunjukan dengan kerja sama kita telah berhasil mempersiapakan generasi sehat untuk Indonesia unggul pada tahun 2045,” pungkasnya.

(bie-b)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …